Translate

Kamis, 25 September 2014

PENGABDIAN MASYARAKAT

PILDACIL DAN LOMBA HAFIDZ JUZ 'AMMA 
DI PONPES AL-ISLAH DESA KUBANGKANGKUNG
DPL : Dra.Tuti Munfaridah,MSI











TUGAS PENGABDIAN DOSEN ( 20 aGSTS-30 SEPT 2014 )

 PENGOBATAN GRATISDI DESA KUBANGKANGKUNG
MAHASISWA KKN IAIIG  BEKERJASAMA DENGAN RSI FATIMAH CILACAP





Mahasiswa KKN ke 21 IAIIG Cilacap beserta masyarakat kubangkangkung








SAMBUTAN PJ KADES KUBANGKANGKUNG



Ibu Dra.Tuti Munfaridah,MSI beserta Endang Supriyati S.Kep NS






dr.Eko Ismoyo, dr. Agus Riyadi, dr.Yoyok Budi Wahono dan masyarakat

Sabtu, 13 September 2014

KAU DAN KESIALANKU



           

              Kisah ini kutulis sebagai analisa facta yang kualami. Saat masa kanak-kanak sampai aku duduk di bangku kuliah S1 awal, aku adalah pribadi yang sangat hati2 dalam kata dan perbuatan. Selalu positif thinking dan menjauhi sifat-sifat buruk karena ajaran ayahku yang selalu kulaksanakan "ambil hikmah positif dari setiap kejadian" dan juga karena aku ingat selalu kata2 Ustadz bahwa 'apapun yang kita katakan dan lakukan akan dibalas di akhirat'. Aku juga ingat nasehat bahwa kata-kata dan bisikan hati/ pikiran dan perbuatan kita akan dicatat oleh Malaikat, maka kita harus senantiasa berkata dan berbuat yang baik. Maka sejak aku masih duduk dibangku SD-Kuliah S1 aku begitu tulus, lembut, baik hati, sabar, tabah dan selalu berprasangka baik pada apapun, termasuk pada hal-hal buruk yang menimpaku.
        Aku juga pribadi yang sangat bersemangat, penuh percaya diri dan motivasi juang yang tinggi. Maka aku menjadi orang yg penuh dengan prestasi dan keunggulan. Aku selalu meraih rangking 1 dari SD-S2. Aku juga banyak meraih kejuaraan dan menjadi pemimpin organisasi di masyarakat sejak masih remaja. Bahkan saat masih duduk di bangku SMU aku sudah menjadi Da'i dengan seleksi alam. Mungkin karena kemurnian hati dan tujuan hidupku yang penuh kebaikan sehingga Alloh SWT melimpahkan berkah dan karunia yang melimpah. 
       Bahkan pada th 1993 saat aku lulus kuliah S1 aku langsung ditawari dan di datangi kepala URAIS DEPAG waktu itu, meminta aku untuk mau menjadi PNS, Dan ada seorang karyawan DEPAG saat itu yang mengelus kepalaku sambil berkata "ini otak apa komputer ?" 
         Tapi sejak aku memiliki 'pacar' seorang anak pengasuh pondok pesantren di kotaku yg berinisial L kepribadian dan nasibku berbalik 180 derajat. Aku menjadi pribadi yang pesimis, rendah diri dan selalu negatif tinking pada siapapun dan apapun. Aku juga takut pada lingkunganku, bahkan saat ini aku juga jadi pemalas dan mudah sakit hati. Karena selama 5 tahun berpacaran dengannya aku mendapat masukan yang sangat berbeda dengan perilakuku selama ini. Dia bilang, manusia itu tidak sebaik duagaanku, manusia itu lebih jahat dari syetan, PNS itu haram, aku tidak boleh selalu positif tinking harus negatif tinking untuk selalu waspada.
        Aku sangat tidak setuju dengan kata-katanya, tetapi di alam bawah sadarku, aku ternyata 'mentaatinya' . Lulus kuliah aku menolak tawaran PNS 3X dalam 3 th berturut2 di datangi kepala URAIS DEPAG. Aku juga selalu negatif tinking pada siapapun dan apapun. Aku jadi sangat buruk, sampai2 pada suamiku sendiri aku selalu negatif tinking, dan pada anak2ku selalu curiga. Astaghfirloh ya Alloh...kembalikan aku pada pribadi yang lebih baik dari kepribadianku yang dulu. Aamiin.
          Apalagi ketika aku diminta menjadi Dosen di Yayasan yang dikelola keluarga besarnya. Aku diperlakukan dengan naif, rendah dan berbagai kedholiman. Aku memang tetap bersabar sampai detik ini, tapi energiku sudah terkuras dan tercemar dengan virus L dan Lembaganya. Aku sekarang seperti orang bingung, kehilangan jati diri, minder, males, tidak percaya diri,selalu negatif tinking pada semuanya, menderita dan mudah sakit hati. Tepatnya sejak tahun 1988 sampai saat ini , sudah 26 thun, ya Alloh tolong sembuhkan hamba, bimbing dalam kebaikan yang lebih dalam. Biarlah mereka mendzolimiku asal aku tetap menjadi wanita solehah bukan menjadi orang yang salah. Aamiin.
         Aku diputus dengan alasan yg tidak jelas, meski aku juga menolak menikah dengannya karena aku merasa akan diperlakukan buruk di komunitasnya, seperti yg dia katakan bahwa 'keluarganya adalah keluarga yg penuh dengan keunggulan dan kemuliaan'. Dia juga sering bilang padaku, 'siapa aku, apa nasabku, apa ayahku pengasuh pondok ? Di keluraganya menikah harus dengan perempuan cantik, pandai dan keturunan ulama besar, pengasuh pondok. Dia selalu mengungkit aku sebagai perempuan tak berarti. Padahal aku begitu cemerlang di masyarakat saat itu.
         Sialnya sejak aku kenal dengannya dan memenuhi permintaannya untuk mengabdi di PT yang dikelola oleh keluarga besarnya, aku mulai tertimpa berbagai kesialan dan kenaifan. Aku menolak PNS maka sampai saat ini aku jadi mengabdi di lembaganya yg penuh KKN yang memperlakukan aku dengan naif dan dholim. Potensi dan keahlianku diabaikan karena mereka hanya memberi jabatan dan kesempatan pada keluarganya meski tidak memiliki kemampuan, kompetensi dan kualifikasi yang memadai, bahkan tidak bisa sama sekali, sehingga aku tampak naif dan tidak berguna. Masya Alloh sungguh mengerikan. Maka di masyarakatpun aku saat ini tidak berarti karena hatiku sudah beku dengan kekecewaan dan terlanjur kutolak semua kesempatan demi mengabdi di lembaganya. Tetapi setelah aku mengorbankan semuanya untuk dia dan lembaganya akupun dihina dan dibuang oleh dia dan lembaganya. Aku juga selalu negatif tinking pada siapapun termasuk pada suami dan anak2ku, sungguh menyedihkan aku dan keluargaku yang menjadi korban. Ya Alloh yang Maha Tahu tolong aku dan keluargaku, berikan rahmatMu untuk tetap hasanah, meski mereka sangat jahat padaku. Aamiin.
         Bagaimana cara menghindari kesialan ini ? Aku bingung dan sakit. Aku mengalami kesialan  nasib buruk , dan tertular pribadi buruk sejak mengenal kamu. Ya Alloh tuntun aku untuk menjadi aku yang selalu bersamaMU....Saat ini aku sadar bahwa, kepribadian akan menular, aku tertular sifat buruknya, aku juga sadar mestinya aku tidak mengorbankan semuanya untuk dia dan lembaganya, melainkan hanya untukNYA ya Alloh...aku kecewa, rusak dan menderita karena orang2 yang mengaku mulia, apakah mereka benar2 mulai di sisiMU ? Tolong jauhkan aku dari kesialan karena mereka, jadikan aku dan keluarga tetap dalam keselamatn dan keberkahan, Aamiin. 
Aku takut menjadi orang yg celaka karena mereka yang merasa mulai dan aku muliakan.
Mestinya aku hanya memuliakanMU Yang Maha Mulia.
         Cilacap, 14 september 2014

Senin, 25 Agustus 2014

Indahnya Nikmat dan KaruniaMU ya Alloh


        


       





















         Entah sudah berapa banyak tulisanku di blogger ini yang menggambarkan isi hati dan kerinduan2ku pada Alloh SWT. Memang blogger ini ku beri judul 'kerinduanku' maksudnya adalah kerinduan2 yang kurasakan dalam hidupku terutama yang terkait dengan Alloh SWT dan mahabbah Ilahiyah. Jadi bukan kerinduan pada seorang kekasih atau makhluk apapun. Yang kurindukan adalah Alloh SWT dengan segenap Dzat dan sifatNya yang tegambar dalam kejadian2 dan peristiwa2 dalam hidupku.
        Saat ini setelah sekian tahun aku merasa ditinggalkan dan begitu jauh dari Alloh SWT, aku sedang menyadari betapa luas dan tak terbatasnya nikmat dan karunia Alloh SWT kepadaku dan keluargaku. Beberapa tahun lamanya tepatnya setelah 'baiat toriqoh qodiriyah naqsabandiyah, tepatnya dari tahun 2009- 2014 aku merasa begitu jauh dariNya. Aku merasa ditinggalkan olehNya. Aku tak bisa lagi khusuk sholat dan dzikir padaNya. Padahal pada tahun 2006-2009 aku telah mencapai maqom mahabbah Ilahiyah yang sangat dahsyat, syahdu dan indah setelah mengikuti pelatihan sholat khusuk oleh Ustadz Abu Sangkan.
        Aku sendiri ragu dan bingung , mengapa begitu ? Bukankah toriqoh adalah jalan menuju kedekatan kepada Alloh SWT dan kehusu'an beribadah ? Mengapa justru sebaliknya yang kualami ? Atau karena bertepatan dengan itu juga aku diangkat menjadi pejabat Struktural di tempatku mengabdi sehingga aku disibukkan oleh urusan duniawi dan melupakan Alloh SWT ? Entahlah aku tak tahu kepastian kebenarannya. Yang jelas beberapa bulan setelah aku 'setengah gila' karena kehilangan mahabbah Ilahiyah wa sillah ilalloh bidzauq ( cinta kepada Alloh dengan selalu berhubungan dengan perasaan rindu yg indah ), secara kebetulan ada acara temu alumni dan halaqoh pelatihan sholat khusuk oleh ustadz Abu Sangkan, aku merasa heran saat tutorial untuk khusuk dari Ustadz Abu Sangkan dilaksanakan aku malah merasa ada yang mengganjal bagai batu besar di dada dan tidak bisa khusuk sama sekali. Padahal dulu sebelum baiat toriqoh aku begitu indah mahabbah ilalloh bidzauq. Ketika hal ini kutanyakan pada Ustadz Abu Sangkan beliau menjawab " lha,iya wong sampean sudah sampai dipuncak malah kembali turun ke tingkat paling bawah, ya sulit lagi harus, menapaki tangga demi tangga lagi."
        Benarkah jawabanUstadz Abu Sangkan ? Aku percaya pada Beliau, aku sungguh sangat meneyesal baiat toriqoh tersebut. Aku jadi orang awam yang sangat naif, lagi. Aku jadi mudah marah, aku juga memiliki perasaan2 buruk yang dimiliki oleh orang awam seperti ; benci, sakit hati, su'udhon dll. Padahal setelah pelatihan sholat khusuk dan belum baiat toriqoh ini yang ada dalam hatiku hanya rasa kasih sayang untuk semua makhluk, baik yang baik atau yang jahat, aku hanya mengasihi semuanya, aku tidak pernah marah, sakit hati dan benci pada apapun. 
       Tetapi aku sudah terlanjur kehilangan mahabbah Ilahiyah dan baiat dengan syahadat dan sholawat sebagai awalnya, maka akupun tidak dapat meninggalkan toriqoh ini, karena aku merasa telah bersumpah atas nama Alloh SWT dan sholawat kepada Rosululloh SAW. Maka tetap kujalani sampai saat ini, meski aku sekarang merasa sangat naif, direndahkan dan merasa rendah dan diabaikan dihadapan manusia apalagi di sisiNya.
     Saat ini aku tidak lagi pusing dengan maqomku, biarlah aku memang naif di mata manusia dan dalam pandangan Alloh SWT. Aku hanya memohon pada Alloh agar aku dan keturunanku jangan menjadi orang yang naif dan tersisih di akhirat kelak, karena tersisih dan naif di dunia saja sangat menyakitkan, maka aku mohon agar aku dan keturunaku termasuk orang2 yang mulia dan dimuliakn disisNya kelak, aamiin.
      Setelah aku merenung ternyata memang aku adalah hamba yang sangat naif, tidak pernah mensyukuri nikmat dan karuniaNya yang tiada tara. bahkan sering mengkufurinya. Astaghfirullohal 'Adzim, innalloha Ghofuru Rohiim....
        Betapa tidak, sejak kecil aku dikaruniai tubuh yang indah, wajah cantik dan otak yang cerdas dengan berbagai talenta yang kumiliki. Aku selalu menjadi juara 1 dan unggul dalam prestasi dari Sekolah Dasar sampai saat ini. Masya Alloh...
          Saat menikah aku juga dikaruniai suami yang nrimo, ganteng dan 'alim. Meski aku juga sagat kecewa dengan karakternya yang egois, sadis, temperamental dan tidak bertangung jawab pada keluarga dan ekonomi rumah tangga.
       Aku juga dikaruniai anak2 yang ganteng2, cantik, sehat dan semuanya cerdas2. Aku juga tidak pernah kekurangan, meski suamiku tidak bekerja dari awal menikah sampai saat ini. Karena aku sudah menjadi Da'i dan Dosen sejak remaja. Subhanalloh walhamdulillah wala Ilaha illallohu Allohu Akbar. KaruniaNya sungguh sempurna dan tiada batas.
        Bahkan tentang masalah sex pun aku dikaruniai kekuatan yang sangat dahsyat melebihi para wanita pada umumnya. Aku bisa kuat ratusan kali orgasme dalam berhubungan suami istri. Tetapi aku juga dikaruniai ilmu, iman dan sabar sehingga bila aku tidak puas dalam berhubungan intim, aku tetap sabar, tidak selingkuh, cerai atau mengeluh, aku hanya diam menerima dan terkadang sedikit mengutarakan kekecewaanku pada suami apabila tidak sekalipun aku orgasme dalam berhubungan intim. Tetapi bila sekali saja orgasme aku tidak mengeluh, meski kekuatanku sebenarnya ratusan kali. Aku juga tidak pernah menuntut suami untuk mencari jalan 'kekuatan' sexnya.
         Aku juga dikaruniai kebijakan, kesabaran dan pemikiran yang luar biasa oleh Alloh SWT untuk selalu membimbing anak2ku, umat, mahasiswa dan orang2 disekitarku dengan inovasi, dan problem solving yang jitu. Subhanalloh, semoga ini bukan takabur melainkan pengakuan akan karuniaNya kepadaku.
      Alhamdulillahi Robbil 'alamiin....begitu besar nikmat dan karuniaMu padaku dan keturunku. Bimbinglah hamba untuk mensyukuri dan menggunakannya untuk kemaslahatan seluruh alam. Jangan jadikan kami orang2 yang kufur. Aamiin. Sekarang setelah genap 5 tahun aku pari purna dari tugas2 akademik di IAIIG dan kembali menjadi Dosen biasa aku betul2 menikmatinya, aku merasa bebas dari rutinitas tugas  dan perintah atasan yang membelenggu ghiroh Ilahiyah dan jihad fi sabilillah ku meski tiap kali aku bekerja dan melaksakan tugas akademik kuniati untuk beribadah dan berjihad lillahi Ta'ala. Tetapi kebebasan untuk menikmati waktu 'bercengkrama 'denganNya sangat terbatas.
     Semoga ini adalah jalan yang terbaik dan terindah yang Kau siapkan untukku dan keturunaku sampai aku menemuiMu ya Robb....Jangan biarkan aku terlempar dalam jurang kenaifan dan kefakiran serta kesesatan di mata manusia dan di sisiMu ya Robb, aamiin. 
       Apakah tahun 2009-2014 aku sedang dalam maqom 'abd . Sehingga aku fakir dan naif ?Dan tahun 2014 ini aku masuk pada maqom syukur dan tawakal ?  Alhamdulillah ya Robb....aku telah mengalami berbagai maqom spiritual dan berlimpah nikmat dan karuniaMU. Subhanalloh...bimbing hamba dan keturunan hamba ila yaumil akhir, aamiin.
Cilacap, 25 Agustus 2014 m/ 27 syawal 1435 h
           

Rabu, 20 Agustus 2014

Kerinduanku: NASAB ( ILUSI )

Kerinduanku: NASAB ( ILUSI ):            Nasab dalam Islam diartikan sebagai garis keturunan. Dari keturunan nenek ke atas sampai ke bawah cicit dst. Sebenarnya Isla...

NASAB ( ILUSI )


           Nasab dalam Islam diartikan sebagai garis keturunan. Dari keturunan nenek ke atas sampai ke bawah cicit dst. Sebenarnya Islam sendiri mengajarkan persamaan derajat sebagaimana di katakan dalam al-Qur'an ; " Inna akromakum 'indallohi atqokum ."  yang artinya ; sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Alloh SWT adalah orang yang paling taqwa diantara kalian." Hal ini sudah sangat jelas maknanya, bahwa Alloh SWT tidak pernah memandang manusia dari keturunannya atau nenek moyangnya siapa. Apakah keturunan ningrat, orang kaya , kyai / ulama atau keturunan Nabi sekalipun.
       Kita dapat belajar dari kenyataan ketika Nabi Nuh as menangis, meratap kepada Alloh SWT memohon agar anaknya yang bernama Kan'an diampuni karena anaknya, anak seorang Nabi, maka Alloh SWT menjawab bahwa Kan'an bukan keluarga Nabi Nuh as karena dia tidak beriman atau kafir. Meskipun secara biologis dia adalah anak kandung Nabi Nuh as dari istri yang sah. Nabi Nuh as diingatkan untuk tidak bersedih atas nasib yang menimpa anak kandungnya karena dia bukan termasuk keluarganya disebabkan keingkarannya. Na'udzubillahi....
       Kita juga bisa belajar dari kisah Nabi Ibrahim as, yang menangis memohon ampunan untuk ayah kandungnya tercinta. Dalam kisah ini Nabi Ibrahim juga dijawab oleh Alloh SWT, bahwa ayahnya bukanlah keluarganya karena kemusrikannya menyembah berhala, tidak mau beriman pada ajaran Nabi Ibrahim as. Na'udzubillahi min dzalik. Kita mersa 'miris' apabila mengingat kisah2 tersebut. Betapa berdukanya seorang ayah, yang dirinya seorang Nabi menyaksikan anak kandungnya sendiri masuk pada golongan orang2 yang dimurkai Alloh SWT. Demikian pula seorang Nabi yang menjadi utusan Alloh SWT , sebagai penyelamat umat haus menerima kenyataan bahwa ayah kandungnya sendiri termasuk orang2 yang dilaknati oleh Alloh SWT. Masya Alloh, na'udzubillahi....
       Demikian pula kejadian yang menimpa Rosululloh SAW, betapa sedih dan berdukanya beliau menerima kenyataan bahwa permohonan beliau kepada Allloh SWT untuk mengampuni paman kandungnya yang mengasuh sejak kecil, membela perjuangannya serta mencintainya melebihi cintanya pada dirinya sendiri, juga ditolak oleh Alloh SWT dengan jawaban bahwa Abu Tholib bukanlah keluarganya. Masya Alloh...
        Dari kisah2 tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa ;
1. Nasab/ keturunan bukan hal yang utama dalam Islam
2. Derajat manusia di sisi Alloh SWT bukan ditentukan oleh kemuliaan/ bagusnya nasab/ keturunan melainkan dari ketaqwaannya. Subhanalloh, betapa adil dan bijaknya Alloh SWT
3. Semulia apapun keturunannya bila perbuatannya bertentangan dengan perintah Alloh SWT maka dia tidak tergolong hamba/ manusia yang mulia dan tetap mendapat murka Alloh SWT.
         Anehnya dalam kalangan Ulama / Kyai Indonesia sendiri sangat mementingkan nasab/ garis keturunan. Lihatlah bagaimana pernikahan keluarga Kyai yang mayoritas di jodohkan, hanya karena memandang keturunannya yang sesama Kyai. 
        Bukan hanya itu dalam hal rekrutmen pegawai/ ustadzpun dipandang dari garis keturunannya. Bahkan ini tejadi pada instansi/ lembaga2 agama Islam. Tanpa memandang apakah memiliki kompetensi dan kualifikasi yang sesuai atau tidak bisa sama sekali, asal nasab/ keturunan/ keluarganya maka akan direkrut/ naik jabatan. Sebaliknya sebagus apapun kualitas SDM nya apabila bukan keturunan/ nasab yang terkait maka tertolak dan akan tetap selamanya menjadi bawahan dan 'kuli'.
         Mungkin abad ini adalah abad yang akan meruntuhkan semua dinasty. Semua lembaga yang dibangun dengan mengedepankan nasab/ keturunan. Mereka harus disadarkan secepatnya bahwa mereka bukan teladan yang baik untuk umat, mereka juga bukan Ulama yang hasanah. Bahkan mereka bisa digolongkan sebagai orang2 yang dhzolim
          Mengapa ? Karena mereka bertindak tidak sesuai ajaran Islam tentang amanah, mereka juga tidak berbuat 'adil  pada sesama Muslim, mereka juga melanggar ajaran Islam yang menentang kasta. Mereka harus tahu bahwa mementingkan / memandang/ menilai seseorang dari nasab adalah naif, karena bukan ajaran Islam. Dalam Islam tidak ada kasta . Dalam Islam derajat manusia/ muslim sama di sisi Alloh SWT , hanya tingkat ketaqwaannya yang akan membedakan. Bagaimana mereka dikatakan sebgai orang yang mulia apabila mereka sendiri berbuat dhzolim ?
        Bukankah sudah jelas makhluk Alloh yang paling dhzolim danyang paling dimurkai Alloh SWT adalah Iblis laknatulloh karena merasa dari keturunan yang paling mulia, merasa diciptakan dari benda yang lebih mulia dari pada benda / materi diciptakanya Adam as. Dia bangga diciptakan dari api, merasa lebih mulia dari Adam as yang hanya diciptakan dari tanah, dia tidak mau hormat pada Adam yang  memiliki kompetensi yang lebih baik darinya dengan kualitas akalnya yang lebih bagus tetapi dipandang lebih rendah dan hina karena diciptakan dari tanah ? Bukankah sejak saat itu Iblis yang berderajat mulia menjadi sangta rendah, bahkan ditentukan menjadi ahli neraka selamanya ? Bagaimana dengan Ulama/ Kyai yang merendahkan umat Muslim dan hanya memandang diri dan keluarganyalah yang paling mulia dan paling pantas dalam segalanya ? Sungguh naif . Bukankah kita semua dari Nasab/ keturunan  yang satu yaitu Nabi Adam as yang mulia ?!
        Lain lagi apabila kemulian itu memang didapatkan dari masyarakat yang memuliakannya karena memandang kesalihannya, ke'alimannya dan bukan karena sifat 'jumawa' yang melekat pada dirinya. Beliau adalah benar2 Ulama/Kyai yang pantas dimuliakan karena kedalaman ilmunya, kesalihan akhlaknya dan keikhlasan perjuangannya. Subhanallloh semoga kita masuk dalam golongan yang ini. Amiin.
Cilacap, rabu legi 20 agustus 2014 m / 22 syawal 1435 h.
         

          
           
          

Sabtu, 16 Agustus 2014

KHIANAT



            Penghianatan adalah salah satu sifat yang dilarang oleh Alloh SWT. Sifat ini sangat menyakiti pihak yang dihianati. Bagaimana tidak orang yang selama ini dipercaya, di puja, dihormati, dicintai, bahkan disayangi ternyata menghianati kepercayaan dan kasih sayang, penghormatan serta cinta yang selama ini diberikannya.
             Ada beberapa kejadian penghianatan yang kuterima dalam hidupku ;
1. Sahabat dekatku
    Hal ini pernah terjadi ketika aku duduk di bangku kuliah. Saat itu sahabat karibku menghianatiku dengan mengadu domba dengan pacarku yang sudah menjalin hubungan selama 5 tahun dan  hampir menikah. Saat ini kembali sahabat dekatku yang mantan mahasiswaku yang kemudian jadi atasanku karena Dinasty nya yang berkuasa terrnyata menghianatiku dengan sengaja dan bermain sangat halus, pasti, tanpa merasa bersalah sedikitpun, bahkan tampak sangat menikmatinya. Mendepakku dari jabatanku hanya demi karir dan ambisi pribadinya lebih bebas meski tidak berdasarkan aturan. na'udzubillah...
2. Kekasihku
    Kekasih yang kucintai, hanya satu2nya dalam hidupku karena aku tidak pernah membuka diri untuk menjalin hubungan dengan pria, dengan keyakinan hal tsb dilarang agama, justru menikah dengan enteng dan menghinaku dengan beralasan bahwa pernikahannya adalah demi agama, supaya bisa berjuang lebih maksimal karena menikah dengan orang yang tepat, yang bisa mendampinginya berjuang menyebarkan ajaran Islam. Ha..ha...memang dia siapa ? Apakah aku sehina dia ?
Akupun menulis pusisi pada selasa tanggal 29 juni 1993 ;
              Apa Makna Cinta ?
Kau jauh tak terengkuh
Aku lara tiada tara
Ujian ataukah laknat
        Kemana mesti berlari
        Edelwis tak pernah terpetik
        Jalan begitu berliku
        Alam tiada kekal
        Mungkinkah hanya sendu
Syahdu nyanyian katak
Yang lalu tergores luka
Engkau tak boleh terlelap
Terlena terbuai mimpi 
Alloh semata Sang Kekal
Nuansa selalu berlalu
           Puisi ini akan membentuk kalimat bila huruf pertama di urut dari atas ke bawah sebagai kata pertama dan huruf terakhir disusun dari ats ke bawah sebegai kalimat kedua.
3. Temanku
    Ini sering terjadi dalam hidupku. Sungguh menyakitkan penghianatan. Bila kita tidak ingin dihianati dan disakiti mestinya jangan menyakiti dan menghianati.
Cilacap, ahad 17 Agustus 2014 M / 19 syawal 1435 H