Translate

Jumat, 23 Mei 2014

MY FAMILY PHOTOS




                                                     Anak ke 4 : Aviva Atqiyatul Arifa ( 3 th )
                                                     Lahir ; ahad legi 03-4-2011 / 29 Robiul akhir 1435 H
                                                    






                                                    Suamiku ( K Muhrorudin ) : lahir rabu legi 12 April 1968

                                                       
                                                    Anak ke 3 ( Muhammad Rahmatul Azhar )
                                                   Lahir : Selasa wage, 12 Juni 2001 / 20 Robiul awal

Anak ke 1 ( Tajun Milatu Syafa'at )
Lahir : Jumat Pon, 20 September 1996 )



Aku ( Dra.Tuti Munfaridah, M.s.i )
Lahir : Senin Pon, 27 Oktober 1969/ 15 Sya'ban


Anak ke 2 ( Azky Misbahu Rofi )
Lahir ; Ahad wage, 19 April 1998 / 22 Dzul hijjah 


Rabu, 30 April 2014

HARUS BAGAIMANA ?

           Saat ini aku sungguh galau dan ragu, amtara karya nyata untuk kepentingan bersama atau personal  family . Sebagai individu aku ingin meraih bahagia untuk diri sendiri dan keluarga. Disisi lain aku juga memiliki keahlian dan legalitas untuk mengabdikan diri bagi kepentingan umum, karena aku sarjana dan Dosen, dan Da'i yang bisa bermanfaat untuk masyarakat luas.
           Tetapi keinginan pribadiku adalah meraih mahabbah Ilahiyah yang sangat indah, uzlah, menyendiri dan jadi Sufi. Karena aku juga pernah mendapatkan maqom mahabbah Ilahiyah yang begitu indah.
            Sayangnya aku tidak bisa memilih satu diantara keduanya karena keduanya sama2 berat dan sama2 mengandung resiko serta menampilkan keraguan untuk menentukan langkah. Saat memilih menjadi Sufi  akan berimbas pengasingan diri dan tidak bermanfaat ilmuku. Tapi bila memilih terus berjuang, beraktifitas di masyarakat bisa jadi aku tak akan meraih mahabbah Ilahiyah selamanya, sebuah rasa dan status yang selama ini kukejar dan ingin kudapatkan.
          Tapi dalam hati nuraniku yang paling dalam, sungguh bagiku dunia ini tak ada artinya dan sangat menjenuhkan bila dibanding dengan mahabbah Ilahiyah. Ya Alloh, bisakah aku menjadi manusia yang bermanfaat dan berjuang lii'lai kalimatillah sampai akhir hayatku tetapi aku tetap bisa meraih, ridhlo dan mahabbah Ilahiyah seperti Rosulloh SAW , sebagaimana doaku  ? Meskipun kecenderungan hatiku lebih condong pada sufi, mahabbah Ilahiyah  dan 'uzlah. 
Robbana Atiina minladunka Rohmah wa hayyi' lana min amrinaa Rosada 100x. Amin

Senin, 14 April 2014

MAQOM / KEDUDUKANKU

               Membahas tentang kedudukan akan selalu terbayang kedudukan duniawi, seperti : Bupati, Rektor, Presiden dan lain-lain. Tetapi yang akan saya tulis di sini adalah maqom/ kedudukanku selaku hamba Alloh SWT. 
                  Dalam ajaran tasawuf Islam ada beberapa kedudukan / maqom manusia sebagai hamba Alloh di sisinya. Antara lain : maqom  ' abid, wali, salik dan lain-lain. Tetapi yang akan saya sampaikan di sini adalah kedudukanku terkait dengan perasaan dan perilaku yang saya rasakan selama ini.
                 Sejak kanak-kanak, aku sudah diajari berbagai teori dan perilaku yang baik oleh ayahku. Aku juga diajak mengaji/ menimba ilmu agama Islam dalam berbagai Majlis Taklim.
               Maka tulisan ini aku mulai dari perasaan dan perilaku ketuhanan/ ibadahku dari masa kanak-kanak. Saat aku masih kanak-kanak aku sudah menjadi anak yang taat pada ajaran Islam melebihi anak-anak lain sesusiaku. Sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar/ SD saya sudah rajin puasa sunnah, qiyamul lail, tadarus, dzikir dan dawamul wudhlu. Kebiasaan2 tersebut aku lakukan sampai selesai kuliah S1. 
              Pada masa kanak2 aku merasa sebagai hamba Alloh yang senantiasa berlumuran dosa, padahal aku tidak pernah melanggar dosa besar. Aku merasa sebagai manusia yang 'kotor'. Aku selalu merasa takut pada Alloh SWT . Aku sangat tertarik pada kegiatan2 Islami. Sampai2 aku masuk sekolah Aliyah / SMU berbasis Islam padahal nilaiku tinggi karena rangking 1 dari SD sampai SMU.
               Pada waktu aku kelas 2 Aliyah ( 1986 ) tanpa sengaja aku ikut lomba ceramah agama Islam di sekolah untuk menggantikan teman sekelasku yang didelegasikan tetapi berhalangan/ sakit. Aku meraih juara I sungguh mengejutkan karena basic agamaku biasa saja, sedang teman2ku dari pesantren. Maka mulai saat itu aku di undang ke berbagai tempat sampai ke Boyolali, salatiga, rembang dll. Sejak saat itu aku jadi Da'i dengan julukan ' mba Nyai karena aku masih remaja, kalau Da'i yang sudah berumah tangga di juluku 'bu Nyai. Sejak saat remaja / kelas 2 SMU itulah sampai saat ini aku menjadi Da'i.
               Dari masa kanak-kanak sampai lulus S1, aku selalu merasa kotor, berlumuran dosa dan takut kepada Alloh SWT, tetapi kemuliaanku di mata manusia sangat mulia karena sebagai Da'i yang sangat dihormati, disegani dan dicintai masyarakat padahal masih remaja. Aku juga didatangi orang dengan berbagai permintaan doa, seperti ingin laris dagangannya, ingin cepat dapat jodoh, ingin punya anak, sakit dari stroke yang sudah bertahun2 dan lain2 padahal aku tdk bisa apa2, tetapi doa yang kuberikan Alhamdulillah terkabul.
                 Kemudian setelah menikah sampai tahun 2006 aku selalu mimpi2 tentang kedudukanku yang katanya aku adalah seorang waliyulloh dengan julukan ' podang kemuning '  guruku wali Pandanaran yang makamnya di Klaten, padahal saat itu aku belum pernah ke makam Beliau. Tahun 2006 - 2009 aku mendapat anugrah yang luar biasa indah. Setelah aku menjadi delegasi Pelatihan Shalat khusuk' dari Muslimat NU Kabupaten Cilacap di Hotel Grasia Semarang, oleh Ustadz Abu Sangkan, tak kuketahui apa sebabnya aku langsung menjadi orang yang selalu sillah ilalloh bidzauq wal mahabbah/  senantiasa terhubung kepada Alloh dengan perasaan yang dalam dan cinta yang begitu indah apapun kegiatan saya. Bahkan sepulang dari pelatihan tersebut saya tidak tidur 1 minggu tetapi hati tetap dzikir, badan dan wajah fresh, penuh kasih, sabar dan penuh pengertian. Bahkan dalam perjalanan pulang dari Semarang aku sempat kasih ke pengemis uang 50.000 rupiah dan merasa belas kasih pada wanita tuna susila yang duduk di sebelahku dengan keyakinan ' betapa Alloh Tuhan yang Maha Besar mentakdirkan manusia ada yang menjadi WTS sebagai kelengkapan perilaku manusia di Dunia'. 
                  Aku juga tahu kalau pada suatu hari minggu jam 9 pagi ayah mertuaku akan tiba di rumahku , dalam keadaan lapar karena belum makan pagi, padahal tidak ada yang memberitahuku. Aku juga bermimpi kalau kedudukan/ maqomku 200 x lipat tinggi gunung Slamet disisi Alloh SWT. Entah benar atau tidak mimpi2ku tentang kedudukanku, yang jelas sejak kanak2 mimpi2ku sering sesuai/ benar di kehidupan nyata.
Seperti saat aku mimpi kakak iparku keguguran, juga mimpi kakak iparku melahirkan anak peempua dan suaminya datang ke rumahku untuk menagabarkan kelahiran anaknya dengan naik sepeda mini dan berbaju kotak2. Persis mimpi tersebut sesuai kejadian sebenarnya. Termasuk bulan lalu aku mimpi ada agama Nasrani yang cara berpakaian dan beribadah seperti Muslim hanya shalatnya yang berbeda, membaca kitab berbahasa Arab tetapi aqidahnya Trinitas, ternyata dalam kenyataannya benar2 ada.
              Saat ini aku selalu merasa sebagai orang yang hina, dan fakir, rendah dan naif di mata Alloh SWT, jauh dari Alloh, kosong tidak terhubung hatiku padaNya.
Maka aku bisa menganalisa maqomku  sebagai berikut :
1. Masa kanak-kanak sampai menikah beberapa tahun aku berda pada  maqom taubat, khouf  dan roja' 
2. Masa bebrapa tahun setelah menikah aku berada pada maqom mahabbah ilalloh
3. Tahun 2009 - saat ini ( 2014 ) entah sampai kapan aku berada pada maqom ' abid, faqir dan dha'if 
               Aku tidak tahu mengapa sillah ilalloh bidzauq wa mahabbah hilang, yang jelas tahun 2006- 2009 adalah maqom yang paling indah dan menakjubkan karena apapun kegiatanku, tetap sillah ilalloh bidzauq wa mahabbah. Baik aku sedang bekerja, berbicara atau apa saja, aku tetap asyik masyuk ' bercengkrama dengan Alloh SWT. tetapi sejak ba'iat thoriqoh aku kehilangan semuanya. Perasaan indah yang dahsyat yang sangat menakjubkan. Sungguh penyesalan yang dalam tapi aku tak bisa mengembalikan hatiku pada keadaan semula, aku tidak tahu mengapa dan harus bagaimana, yang jelas aku saat ini sangta menyesal, tidak berdaya, dan rindu akan perasaan tersebut.
              Saat ini rasanya aku hanya manusia yang hina tanpa punya apa2. Aku rindu padaMu ya Robbii.....
Sampai kapan aku begini ? Akankah kuraih lagi cintaMu ? Atau sampai mati aku merara terlempar ke lembah nista, tanpa nama dan rasa..... Wallohu A'lam

Kamis, 27 Maret 2014

Fakir

     Ya Alloh, hari ini aku ingin mengaku dihadapanMu, bahwa aku hanyalah seorang hamba yang Faqir, selalu merasa kurang dan butuh pada semua hal, meski karuniaMu sangat melimpah dan tak ada putusnya.....Entah mengapa dan mulai kapan hal ini ku alami.
               Seingatku, dari masa kanak-kanak sampai punya 4 anak, baru kali ini aku terjatuh pada maqom faqir  dan Dhoif. Tepatnya mulai tahun 2014 . Aku harus membiayai pendidikan 3 anak-anakku yang sudah remaja di Pesantren Darul Hikam dan sekolah Aliyah. Aku juga harus mengangsur dana talangan Haji suamiku, disamping membiayai biaya operasional kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
        Memang sejak awal menikah sampai saat ini ( 18 th ) dan mungkin sampai mati, suamiku pengangguran. Akupun menerima dengan ikhlas dan tidak pernah menuntut apapun darinya. Apalagi dia adalah tipe laki-laki yang cuek , apatis tak peduli pada keadaan.
             Hanya yang aku sayangkan dan rasakan mengapa aku sampai menjadi orang fakir , padahal saat ini penghasilanku meningkat karena masuk serdos/ sertifikasi Dosen. Meski kampus memotong gaji mengajar karena sudah serdos. Aku juga punya mobil.
             Semoga saja kefakiranku bukan karena jatuhnya maqom wira'i  ( menjaga diri ) ku, melainkan hanya karena meningkatnya kebutuhanku. Aku jadi lebih besar empati pada para dhu'afa setelah merasakan sendiri prihatinnya jadi orang fakir.
                 Ya Alloh  ya Ghoniyyu , Yassir umuronaa, ya 'Aliimu ya Kariim.

Rabu, 05 Maret 2014

CINTA OVER DOSIS

               
               Cinta adalah sebuah kata yang singkat namun luas maknanya. Terdiri dari 5 huruf namun panjang penajabarannya. Sehingga tidak aneh apabila makna cinta bagi seseorang berbeda bagi yang lainnya, karena masing-masing memberi makna dan arti sesuai latar belakang pengalaman cintanya. Meski banyak pembahahasan dan penafsiran tentang cinta dengan makana yang berbeda-beda, tetapi menurut penulis cinta memiliki beberapa persamaan, seperti ; rasa indah, rindu, suka yang mendalam.
                Rasa suka yang mendalam inilah yang sering menjebak ‘sang pencinta mabuk kepayang tanpa sadar’.  Semua orang bahkan seluruh makhluk pernah merasakan cinta. Perasaan yang mendalam, teramat sangat, yang membawa alam bawah sadar sang pencinta menuruti hasrat cintanya, inilah yang kemudian mengingatkan kita pada pernyataan Rosululloh SAW :
1
 Saya’ti zamanun ‘ala Ummatii yuhibbul Khomsa wa nasiyal khomsa : yuhibbul makhluqo   wanasiyal Kholiqo, yuhibbul  Qushuuro wanasiyal Kuburo , yuhibbul   maala  wanasiyal     hisaba, yuhibbul  hayata wanasiyal mamata, yuhibbuddunya wanasiyal akhirota."
Artinya : 
" akan datang suatu zaman pada umatku, mereka mencnitai 5 hal melupakan 5 hal : mencntai makhluk melupakan Kholik ( Pencipta ), mencintai rumah mewah melupakan kubur, mencintai     harta melupakan hisab, mencintai hidup melupakan mati, mencintai dunia melupakan akhirat."
Dari hadis tersebut kita dapat menelaah :
1. Cinta sesama lupa pada Alloh SWT
Betapa banyak orang jaman sekarang, mencintai hewan piaraan, seperti kucing, ular dan   sejenisnya, mereka tidak sayang untuk mengeluarkan uang ratusang juta untuk  memelihara hewan kesayangannya, tetapi kalau untuk zakat dan infaq sangat  kecil bahkan hanya recehan yang dikeluarkan, juga para orangtua yang kelewat cinta pada anak2nya ,segala fasilitas dipenuhi tak terhitung materi dan uang yang dialokasikan untuk makan, mainan, kendaraan dan kuliah faforitnya, tetapi lupa pada kewajiban mendidik dan mengarahkan anak untuk tetap bertaqwa, mendekatkan diri pada sang Pencipta yang memeberi kita anak. Bukan hanya itu, saat ini Free sex telah melanda pergaulan remaja dengan dalih cinta rela melanggar syariat, bahkan tua2 keladi yang tuapun lebih menjadi, tak ingat umur tinggal sebentar lagi, asyik masyuk  dalam "kubangan cinta terlarang ',dari  yang berlabel  "Cabai-cabaian di kalangan anak muda sampai pada Arisan Duren ( Duda keren )" pada  kalangan usia paruh baya,  mereka  lupa pada Alloh yang menciptakan dan memberi cinta yang sebenarnya  hasanah dan mulai . na'udzubillah mindzalik..
2. Mencintai rumah bertingkat/ mewah lupa rumah hakiki ( kuburan )
            Saat ini rumah mewah seolah berkompetisi, membangun terus tanpa henti, mengikuti trend mode, baru 3 bulan sudah ganti lagi, bukan hanya itu, para konglomerat membangun puluhan rumah, sampai2 ada rumah yang disinggahi 1 tahun sekali, sehingga ada istilah rumah singgah dan rumah tinggal. Rumah jaman sekarang sudah bernilai trilyunan rupiah karena bernuansa istana, tapi tak pernah ingat bahwa kelak kita akan masuk pada rumah pribadi, rumah tinggal yang sangat sempit, gelap,tak berpintu, hanya bisa dihuni 1 orang yaitu diri kita, yang bernama kuburan. Kita lupa betapa gelap dan menderitanya di sana sehingga perlu pembangunan yang lebih bserius dari sekedar istana raja diraja. Bagaimana kita bangun istana kita di alam barzah ? Masya Alloh
3. Mencintai harta lupa hisab /perhitungan di akhirat 
Saking cintanya terhadap harta benda, sering melupakan bahwa harta yang kita miliki akan dihisab, ditanya dari mana dan bagaimana kita mencarinya, serta untuk apa kita gunakan. Sehingga banyak manusia mengumpulkan harta sampai bertumpuk2, rumah mewah puluhan , mobilmewah ratusan, tetapi bukan dari pekerjaan yang halal,bahkan sampai pulaupun dibeli. naudzubillah. Sampai2 kita yang miskin dan kurang mampu hanya terpana keheranan, darimana mereka mendapatkan kekayaan sebesar itu ? Betapa senangnya jadi orang kaya .....kenapa saya  tidak  kaya ? Ah, kalau begitu aku ikutan aja cari harta yang banyak nda usah mikir haram tidaknya ! Taubat nanti saja kalau sudah kaya dan sudah tua ! Oh, dunia, betapa kau buat diriku bingung...
4. Cinta hidup lupa mati
Hampir semua orang tidak pernah ingat bahwa dirinya akan mati. Bahkan bila ditanya ' apakah mau mati sekarang ?' jawabnya pasti " tidak mau " meski dijanjikan masuksurga dan ahli warisnya dijamin kemakmurannya. Lebih tragis lagi, saat ini orang sedang melayat jenazahpun tidak bisa mengambil 'ibroh ' dari kematian si mayit. Dengan santainya, menggunjing mayit, bahkan bicara soal bisnis atau hartanya yang melimpah atau anaknya yang sedang gemilang karirnya. Masya Alloh, cinta / senang hidup sampai lupa kita akan mati, na'udzubillah...Bahkan mereka bilang ;" kalau orang mati sengsara, kenapa mereka nda pulang ke dunia, berarti mereka betah, donk...." Lalu apa kita tidak pernah berpikir, meskipun hidup kita sangat menderita di dunia dan kita ingin kembali ke rahim Bunda sampai menangis darahpun tak akan bisa ?" Renungkanlah !
5. Cinta Dunia lupa akhirat
Akhirnya kita akan tahu bahwa, kebanyakan manusia sangat cinta pada dunia dan kehidupan dan apa yang ada di dalamnya, tetapi lupa pada akhirat dan apa yang ada di dalamnya serta apa yang akan kita terima di alam sana. Kita tak peduli lagi bahwa di akhirat ada padang mahsyar yang panasnya membuat kita hancur karena matahari tepat di atas ubun2 kita, Masya Alloh. Kita juga lupa bahwa di akhirat ada pembalasan di neraka selain syurga yang kita inginkan sebagai tempat kediaman selamanya , abadi....dan terakhir. Oh....dunia, kenapa kau begitu mempesona dan memabukkan ?
                Kita boleh mencintai apapun dan siapapun , tetapi kita tidak boleh bahwa ada Sang pemberi cinta, Sang Pencipta, tempat kembali segala makhluk. sebagimana Rosululloh pernah mendapat peringatan dari Malaikat Jibril : 
" Ya Muhammad, 'isy ma syi'ta fainnaka mayyitun, wahbub man syi'ta fainnaka mufarriquhu  wa 'mal ma syi'ta fainnaka muzziun bihi ."
Artinya :
" Ya Muhammad, hiduplah semaumu tapi jangan lupa bahwa kamu mayit, cintailah orang yang kau mau tapi sesungguhnya kamu akan dipisahkan denganya, berbuatlal semaumu maka kau  dibalas dengan perbuatan itu."
Maksudnya kita bebas hidup sesenaknya tapi jangan lupa bahwa kita akan mati , tidak  hidup selamanya jadi mestinya kita persiapkan kematian itu, kita juga boleh mencintai siapapun kekasih kita tapi ingat bahwa suatu saat kita kan terpisahkan juga, jadi jangan sampai cinta kita padanya menjadi bumerang pemicu kehancuran kita, naudzubillah. Kita juga boleh berbuat semaunya di dunia ini tetapi jangan lupa kita akan dibalas dari perbuatan kita , baik di dunia maupun di akhirat.
                   Akhirnya kita hanya bisa saling mendoakan semoga kita bukan termasuk orang-orang memiliki cinta berlebihan sampai melupakan bagaimana dan kepada siapa kita akan mempertanggung jawabkan cinta kita apabila tiba waktunya. Amin, wallohu a'lam
·        Penulis adalah Dosen  Fakultas Dakwah dan Da’i, sejak remaja  : Tuti Munfaridah
·        Aktifis LSM dan organisasi sosial keagmaan ( Islam )
·        Hoby : mahabah  ilahiyah, dan belajar

Minggu, 05 Januari 2014

PERASAANKU

            Sudah hampir satu minggu hatiku sakit karena sms gelap yg dikirim oleh seseorang tanpa mau diketahu identitasnya. Sms yang menuduhku tidak amanah. 
           Aku merasa sakit hati karena pengirimnya tdk mau ku ajak bertemu langsung untuk klarifikasi. Padahal apa yang ditulis bisa kujelaskan dengan baik2. Aku sendiri menduga2 siapa pengirimnya. Fatalnya aku sampai menduga sms tersebut dikirim oleh suamiku agar aku lebih hati2 memegang amanah. Tapi aku sakit hati karena sms gelap lebih menyakitkan daripada bicara baik2. Aku yang telah berjuang sejak masih remaja menjadi sakit hati hanya karena sms gelap.
            Lebih fatal lagi aku sakit hati pada suamiku sendiri. Menurutku sebagai orang terdekat yg berstatus suami mestinya, bicara baik2 jangan sms gelap yg menyakitkan meskipun tujuannya baik. Hal ini aku simpulkan karena kata2 dlm sms tsb seolah tahu semuanya tentangku. Jadi saya berpikir hanya suamikulah yg tahu semuanya tentang diriku. Disamping itu suamiku juga pernah sms gelap sewaktu mengingatkanku untuk menjauhi orang yg mencintaiku. Memang penyesalan terbesar dan mungkin sumber terbesar dosa2ku adalah dosa pada suami, karena karakternya sangat jauh bertentangan dengan yang kuharapkan. Dia egois, sadis, temperamental dan cenderung menyakiti anak istrinya daripada membahagiakannya. Padahal ketika masih gadis aku berharap punya suami yg romantis, penyayang anak istri, penyabar, pengertian dan baik.
            Terkadang aku berpikir apakah hanya aku yg bernasib seperti ini ? Sering aku merasa sangat berat dan tidak kuat menanggung perasaan ini. Tetapi aku hanya bisa pasrah menunggu waktu, entah sampai kapan aku bisa bertahan. Saat ini sudah 18 th pernikahanku yg tanpa cinta, dijodohkan dg karakter suami yg jauh dari harapan. Aku sendiri tak mengerti apa penyebabnya. Seperti saat ini sungguh sesak dan berat.
             Aku tdk menggugat cerai karena Islam mengajarkan cerai adalah perbuatan yg sangat dimurkai Alloh, aku tak mau kena murkanya tetapi bila seperti ini terus apa aku juga tidak dicatat sebagai pendosa karena tidak pernah menerima sikap dan perbuatannya ? Bahkan aku sering menceritakan perilaku buruk suamiku pada orang lain, yg sama sekali dilarang dalam Islam. Seperti saat ini aku tak mau sharring pada orang lain tapi aku tak kuat maka kutulis di blogger ini.
             Aku sering berpikir ,betapa senangnya jadi orang awam yg bebas nikah-cerai ganti pasangan hidup yg diidamkan, tidak seperti diriku yang harus memepertimbangan status ku sebagai Dosen dan Da'i serta ajaran Agama.
            Pertimbangan lain tak menggugat cerai juga karena dalam Islam talak jatuh pada suami, terkadang aku berpikir andai aku seorang laki2 sudah dari dulu kuceraikan pasangan hidupku. Disamping aku jg berpikir mungkin ini jodohku, sebagi ujian iman dan taqwaku, memiliki suami yg tidak bertanggung jawab, lemah tapi berkarakter buruk. 
            Memang kalau dilihat dari keturunannya/ nasabnya katanya sangat baik ( min ba'dil auliailah : kakeknya ), bahkan aku sendiri pernah mimpi, kalau ketrunan kakek suamiku yang menjadi waliyulloh adalah suamiku. Benarkah ? Mengapa seberat ini ? Apakah tidak membawa celaka bagiku di akhirat kelak karena menceritakan perilaku buruk suami ? Tapi aku adalah perempuan biasa yang merindukan kasih sayang, perhatian , pengertian, perlindungan dan tanggung jwb seorang suami, yang rindu melihat anak2ku bercumbu mesra penuh kasih dengan ayahnya, karena yg terjadi selama ini sangat bertentangan. 
              Dari awal menikah samapai saat ini suamiku tidak bekerja, tak peduli anak2 dan istrinya makan atau tidak, bahkan yang sangat mengenaskan suamiku " main tangan" pada anak2nya sejak anakku masih berusia 9 bulan, menurutku ini adalah perilaku sadis dan kejam. Untungnya aku adalah perempuan mandiri dan berpendidikan, serta beragama, sehingga sabar sampai saat ini.
            Disamping menduga suami yg sms gelap padaku , aku juga mencurigai beberapa orang, tetangga/ temanku. Yang jelas sms tsb telah membuat aku sakit hati, menderita dan gelisah berhari2, bahkan ingin berpisah dengan suami bila sms tsb dari suamiku. 
             Tetapi sebagai perempuan Muslim dan beriman, aku kembali pada kesabaran dan mengambil hikmahnya. Barangkali sms ini akan membawaku menjadi perempuan yg lebih tangguh dan mensucikan diri, menuju ridho Ilahi, menjaga amanah, meski sakit dan berat. Amin. Wallohu a'lam

Selasa, 31 Desember 2013

Menyambut Tahun Baru

          Tahun baru merupakan moment  yang sangat spesial bagi seluruh umat manusia. Tidak jelas kapan dimulainya peringatan pergantian tahun, yang jelas saat ini hampir di seluruh belahan bumi ini selalu memperingati tahun baru dengan berbagai hal yang serba gemerlap dan menyenangakan.
             Mulai dari sekedar makan bersama, menyalakan atau melihat pesta kembang api sampai pada pesta hiburan yang mengasyikan. Awal pergantian tahun yang seharusnya menjadi malam instrospeksi  tentang berbagai perilaku, kata dan perbuatan kita di masa lalu dan merancang planing masa depan yang lebih baik, menjadi ajang hura-hura dan foya-foya.
           Di Indonesia sudah beberapa tahun ' membeo ' saja perilaku bangsa barat yang hedonis dan materialis . Meski sebenarnya sangat bertentangan dengan karakter bangsa yang nota bene mayoritas Muslim. Mesinya kiblat Bangsa ini adalah Bangsa Timur yang merupakan sumber utama Islam diturunkan.
              Awalnya hanya ikut2an pesta 'kembang api' dan Tipu terompet. Tetapi akhir2 ini menjadi sebuah kebiasaan yang menyimpang jauh dari ajaran Islam dan 'adat pribumi ketimuran'. Peringatan tahun baru menjadi ajang 'menghalalkan' segala aktifitas, termasuk aktifitas buruk yang bertentangan dengan ajaran Islam.
               Ramai-ramai berpasang2an dari yang masih 'bau kencur, ABG sampai pasangan dewasa ' yang bukan seharusnya. Etika, moral dan agama telah dilupakan. Hanya terlena oleh kesenangan sesaat yang menjerumuskan. Mengapa ? Sampai kapan ? 
                 Dalam Islam sendiri tidak dilarang untuk berbahagia bahkan diperintahkan, bahagia untuk bersyukur . Sehingga kita diajarkan, tentang  beberapa hal yang kita lakukan untuk menyambut tahun baru tahun baru antara lain ;
1. Muhasabah  ( menghitung perilaku/ dosa yang telah lalu/ instrospeksi diri  )
2. Istighfar  , memohon ampun akan dosa-dosa yang telah lalu
3. Taubat , yaitu berniat dan berusaha sungguh2 untuk tidak akan mengulangi perilaku buruk/ perbuatan dosa
4. Syukur, mengungkapkan rasa terimakasih karena telah dikarunia umur panjang dan berbagai nikmat dalam
    umur tersebut
5. Beramal sholih, bentuk syukur kita wujudkan pada tindakan nyata untuk lebih giat berbuat baik/ beramal 
    soleh, baik yang berhubungan dengan kewajiban individu maupun yang berbentuk kepedulian sosial ke
    masyarakatan.
          Saat ini akhlaq Bangsa makin terpuruk, materialisme and hedonysme  makin kuat menjadi life style. Keprihatinan akan masa depan generasi mendatang, anak-cucu kita, Bangsa kita. Mari kita coba merenung nasehat Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad :
" Ya Muhammad , 'isy ma syi ta fa innaka mayyitun "
 " wahbub man syi'ta fainnaka mufariquhu "
 " wa'mal ma syi'ta fainnaka mujziunbihi "
Artinya :
 " Ya, Muhammad hiduplah sekehendakmu sesungguhnya engkau akan mati "
  " dan cintailah siapapun maka sesungguhnya engkau akan terpsah denganya"
  " Berbuatlah sekehakmu maka sesungguhnya engkau akan dibalas."
            Maksud dari nasehat  tersebut adalah supaya dalam hidup ini kita bisa memenej perilaku kita karena akan dibalas dan berpisah dengan yang kita cintai, dan sepanjang apapun umur yang kita inginkan toh tetap saja kematian sudah ditentukan dan sudah pasti datang.
           Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin. Wallohu 'a'lam