Malam ini adalah malam tgl 21 Rajab, bulan yang dipilih sebagai bulan Alloh SWT, mari kita amalkan :
1. Wirid/ baca : Subhanallohi rouf : dari malam ini - akhir ( 30 mei - 9 juni 2013 ) ; 100 x
2. Istighfar : Astaghfirullohal'adhim wa atubu ilaih ( 100 x )
3. Doa : Allohumma bariklana fi rojaba wa sya'bana romadhona sampai bulan romadhaon tiba.
4. Puasa sunnah minimal 1 hari
Semoga diampuni dosa2 kita , dan kita menjadi orang yang selalu mensucikan diri, bertauhid / iman yang kuat, selalu mendapat pertolongan Alloh SWT, berkah umurnya dan bisa sampai ke bulan romadhon dengan senatiasa beramal sholeh sebagaimana arti dari lafald2 diatas, Amin. Wallohu A'lam.
Translate
Kamis, 30 Mei 2013
Senin, 27 Mei 2013
Kebenaran
Yakinlah....kebenaran pasti nyata.
Kebenaran tak akan bisa dihalangi apalagi dihilangkan.
Yang putih akan tetap putih, meski tertutupi oleh apapun juga.
Fitnah, benci, dendam tak akan dapat merusak kebenaran, apalagi kalau hanya fitnah yang direkayasa, pasti akan membias mengarah kembali pada sumber fitnah.
Waktu yang akan membuktikan bahwa " Yang benar tetap tampak benar, dan fitnah akan kembali pada tuannya.
Yang kita butuhkan hanya kesabaran untuk menyaksikan munculnya kebenran itu, karena saat fitnah datang tak ada yang dapat melihat kebenaran dengan gamblang, kecuali yang benar itu sendiri.
Fitnah dan kejahatan tak akan pernah berhenti sebagaiamana kebenaran juga tak akan pernah mati.
Jadi janganlah kita berhenti menjadi yang benar karena bila berhenti berarti kita juga sudah menjadi ketidakbenaran itu sendiri, dan kita juga akan ikut merasa sakit dan terjangkit kebencian dan kekecewaan.
Meski sakit dan teramat berat yang tiada tara kita harus tetap tegar menghadapi fitnah dan berjalan dalam keneran. La haula wa la quwwata illa billah.....
Sesungguhnya kita hanya manusia biasa yang sakit bila disakiti, yang kecewa bila tak dipercaya, yang tak suka bila di hujat, dan tak ada manusia yang suka difitnah.
Bila kita tak suka disakiti jangan menyakiti, apalagi memfitnah, sungguh kita juga akan sangat menderita bila tak henti2nya difitnah.
Semoga fitnah akan segera kembali pada tuannya, dan kebenaran akan segera menampakkan dirinya. Amin
Kebenaran tak akan bisa dihalangi apalagi dihilangkan.
Yang putih akan tetap putih, meski tertutupi oleh apapun juga.
Fitnah, benci, dendam tak akan dapat merusak kebenaran, apalagi kalau hanya fitnah yang direkayasa, pasti akan membias mengarah kembali pada sumber fitnah.
Waktu yang akan membuktikan bahwa " Yang benar tetap tampak benar, dan fitnah akan kembali pada tuannya.
Yang kita butuhkan hanya kesabaran untuk menyaksikan munculnya kebenran itu, karena saat fitnah datang tak ada yang dapat melihat kebenaran dengan gamblang, kecuali yang benar itu sendiri.
Fitnah dan kejahatan tak akan pernah berhenti sebagaiamana kebenaran juga tak akan pernah mati.
Jadi janganlah kita berhenti menjadi yang benar karena bila berhenti berarti kita juga sudah menjadi ketidakbenaran itu sendiri, dan kita juga akan ikut merasa sakit dan terjangkit kebencian dan kekecewaan.
Meski sakit dan teramat berat yang tiada tara kita harus tetap tegar menghadapi fitnah dan berjalan dalam keneran. La haula wa la quwwata illa billah.....
Sesungguhnya kita hanya manusia biasa yang sakit bila disakiti, yang kecewa bila tak dipercaya, yang tak suka bila di hujat, dan tak ada manusia yang suka difitnah.
Bila kita tak suka disakiti jangan menyakiti, apalagi memfitnah, sungguh kita juga akan sangat menderita bila tak henti2nya difitnah.
Semoga fitnah akan segera kembali pada tuannya, dan kebenaran akan segera menampakkan dirinya. Amin
Kamis, 23 Mei 2013
Amalan / riyadhoh 11- 20 rajab
Baca : Subhana Ahadu Shomad 100 x dari tgl ( 11- 20 rajab/ 20 – 29
Mei 2013 )
Insya Alloh kita akan suka mensucukan diri, mantap
iman/ tauhidnya,
Selalu mendapat pertolongan Alloh SWT )
Jangan lupa istighfar sebanyak2nya (astaghfirulloh
wa atubu Ilaih)
Dan Allohumma bariklana fi rojaba wa sya’bana
wa ballighna romadhona juga tetap dibaca sampai
bulan ramadhan tiba.
Smg kita
termasuk orang2 yg mendapat berkah dan ampunaNya. Amin. Wallohu a’lam.
Kamis, 09 Mei 2013
Menyambut bulan rajab
Bulan Rajab adalah salah satu dari 3 bulan yg diutamakan oleh Alloh SWT. Rasululloh SAW pernah bersabda : al-Rajabu Syahrulloh wa sya'bana Syahri wa ramadhana syahru ummati ( rajab adalah bulan Alloh SWT, sya'ban adalah bulanku ( Nabi Muhammad ) dan ramadhan adalah bulannya umatku. Kita hendaknya mempersiapkan diri menyambut ramadhan sbg bulan pengampunan bagi kita dengan memperbanyak istighfar/ mohon ampun, membaca shalawat dan puasa sunnah.
Doa yang dibaca
setiap 10 hari bulan rajab :
tgl 01- 10 rajab : Subhanal hayyul qoyyum
11-20 rajab : Subhanal ahadu Shomad
21- akhir : Subhanallohi Rouf
jangan lupa membaca : allohumma bariklana fi rajaba wa sya'bana wa ballighna ramadhana. Amin
Smg kita diberkahi dibulan rajab dan sya'ban dan dapat hidup sampai bulan ramadhan.Amin.
Smg kita diberi umur panjang manfaat dan barakah.Amin. Wallohu a'lam
Kamis, 18 April 2013
Pencari kebenaran
Hasil Penelitan al-Ghazali :
Dalam
kitab Ulumiddin ditulis bahwa : pada masa al-Ghazali ada 4 golongan pencari
kebenaran :
1. Al- Mutakallimun ( Teolog )
Mereka
adalah orang-orang yang mengklaim diri sebagai ahlu ra’yi
(
pemikir )
2. Al-Bathiniyah ( Kebatinan )
Mereka
adalah yang mengaku sebagai kelompok belajar / penerima ilmu dari Imam yang
maksum ( dijaga dari perbuatan dosa )
3. Al-Falasifah ( filosof )
Mereka
mengaku sebagai ahlul mantiq wal burhan ( logis-argumentatif )
4. Al-Sufiyah ( Shufi )
Mereka
yang mengklaim sebagai khowas al-hadroh ( hamba istimewa di haribaannya
)/ ahlul musyahadah wal mukasyafah.
Senin, 01 April 2013
Zuhud/ jauhi Dunia
Dalam mimpiku, aku di datangi seorang Wali/ Sunan dari daerah Yunan menasehatiku dengan kalimat berbahasa Arab : “ Lain
syakartum fadfa’ ilaihi “
Saya
jawab : “ Nopo Sunan ( apa maksudnya, Sunan ) ?”
Beliau
menjawab dengan mengulangi kalimat tersebut, tidak menterjemahkan ke dalam
bahasa Indonesia : “Lain syakartum fadfa’ ilaihi “
Saya masih belum mengerti maksud kalimat
Beliau, maka saya bertanya lagi : “ Pripun , Sunan ( Bagaimana, Sunan ) ? “
Sekali
lagi samapai pada pertanyaanku yang ke 3 ini, karena belum jelas, jawaban
Beliau masih sama : “ Lain syakartum
fadfa’ ilaihi “
Tapi pada jawaban ketiga ini saya paham bahwa maksud dari
kalimat tersebut adalah “ apabila kamu bersyukur, maka tinggalkanlah dunia.”
Maka saat itu juga aku menangis karena merasa aku masih butuh dunia/ harta
untuk kebutuhan hidup.
Dari mimpi ini aku mendapat beberapa
pelajaran berharga :
1.
Aku seharusnya benar-benar meninggalkan dunia tanpa butuh
sedikitpun darinya
2. Aku yakin kelak di akhirat/ syurga benar2 menggunakan
bahasa al-Qur’an/ Arab untuk komunikasi seluruh manusia meski kita tidak tahu
bahasa arab kelak di syurga akan paham maksudnya sebagaimana dalam mimpi saya
paham arti kalimat berbahasa arab tersebut meski tanpa diartikan atau
diterjemahkan. Wallohu a’lam
Selasa, 26 Maret 2013
Gundah
Dulu saat ku belum tahu diriMu
Kau kenalkan aku padaMu
Dulu ketika ku ragu tentangMu
Kau buktikan wujudMu
Kini
saat ku telah tahu diriMu
Kau
biarkanKu
Kini
saat ku yakin akan diriMu
Kau
acuhkanku
Dulu ketika ku acuh padaMu
Kau ajari aku cara mencintaiMu
Kini
ketika cinta dan rinduku menggebu
Kau
menjauh dan mengacuhkanku
Sampai kapan ?
Aku tak tahu
Hanya diriMu yang tahu
Langganan:
Postingan (Atom)