Translate

Jumat, 23 Agustus 2019

Koleksi Bunga2 Indonesia/ Nusantara

    Jenis bunga di Indonesia/ Nusantara sebagai syurga dunia sangat beragam tak terhitung jenis warna, bentuk, indah dan keharumannya. Yang ku upload di sini hanya beberapa bunga dari bunga2 yg tak terhitung jumlahnya. Aku berharap anak cucu/ generasi mendatang bisa melihat kendahan ini meski hanya melihat melalui blogger "Kerinduan" ku





























Minggu, 18 Agustus 2019

Mimpi ajib/ indah di Hari Arofah

Mimpi Bertemu Kyai

    Pada hari sabtu tgl 9 Dzulhijjah 1440 H/ 10 Agustus 2019, sy bermimpi dipeluk dan di cium pipi kanan kiri dan keningku oleh almarhum alMukarom romo KH Mustaqin Husnan Pengasuh Pesantren Uswatun Hasanah, Mangkanf Wetan Semarang, tempatku nyantri dulu (1988-1993). Dan beliau mengatakan akan menikah lagi dengan mba Is , mantan lurah ponpes dulu, lalu aku bilang" mboten ijin bu nyai?" Lalu Yai berlalu, tdk menjawab dengan yakin bahwa tidak perlu meminta ijin pd bu  Nyai kalau mau nikah lagi.
      Meski mimpi singkat aku sudah bahagia karena bertemu dg almarhum Kyai, meski lewat mimpi. Sebelumnya di hari rabu pahing/ mlm kamis pon 28 mlm 29 jumadistani atau 6 mlm 7 maret 2019  aku bermimpi ziaroh ke maqom KH Chasbulloh Badawi disambut ke pintu depan dengan hormat dan bahagia dgn membopong cucu balitanya yg sdh meninggal disodorkan kepadaku , lalu aku cium mayat tsb di.pelipis kanan, kiri nya sambil membisikkan doa" ya , Alloh jangan Kau ambil nyawa anak2 ku sebelum aku wafat", doa dan permintaan terpenting dalam hidupku. Lalu Romo Chas menyodorkan tangan dengan posisi telapak tangan tengkurap untuk kucium, beliau mengucapkan " Barokallohu fik"... Akupun terbangun dan baru tahu kalimat semacam itu saat itu.
         Kemudian di hari ahad wage malam senin kliwon tgl 3 mlm 4 rojab 1440 H/ 10 mlm 11 maret 2019, aku mimpi terbang mengikuti Sunan Gunung Jati yg sudah terbang dengan memakai jubah putih di depanku....
Memang aku sering mimpi betemu Wali2 Alloh swt, smg berkah dunia akhirat dan husnul khotimah meliputi sy, anak2 sy dan keturunan kami ila yaumil akhiroh, aamiin

Sabtu, 17 Agustus 2019

Anak2ku Kembali

Alhamdulillah...
Kejutan yg luar biasa indah...
Ke 3 Putra2 ku sudah begitu arif, menjadi anak sholih, semoga menjadi qurrota a'yun ilal jannah, aamiin
Ciuman sayang dari anak ke 2 & 3 di hari Kemerdekaan RI ke 75
Sabtu,17/08/2019

Kamis, 08 Maret 2018

GRUP SHOLAWAT


K Muhrorudin dan Grup Rebana Khoiru Ummah 


Anggota Grup Sholawat Khoiru Ummah



Grup Rebana Khoiru Ummah 



Jamaah  Sholawat


Kamis, 26 Januari 2017

Syi'ir KH Ali Maksum Krapyak

Hasil gambar untuk gambar bunga indahHasil gambar untuk gambar bunga indah

             Dari tahun 2006-2009 saya  merasakan Mahabbah Ilahiyah yang luar biasa. Tepatnya setelah Pelatihan shalat khusuk yang di laksanakan di Hotel Grasia Semarang oleh Ustadz Abu Sangkan. Aku bisa begitu indah merasakan mahabbah / cinta yang dahsyat  kepada Alloh SWT sebagaimana seseorang yang sedang jatuh cinta. Bahkan lebih dahsyat karena perasaan indahnya "jatuh cinta " kepada Alloh swt terus ada tanpa harus diusahakan oleh hati perasaan itu melekat dan terus menerus ada meski saya sedang fokus/ berpikir atau melakukan kegiatan lain. Perasaan indah karena cinta ini juga lebih indah dari rasa cinta pada seorang kekasih karena apabila pada kekasih cinta dan rindu bisa berubah menjadi kecewa dan sakit hati terutama ketika kekasih yang kita cintai dan kita rindukan ternyata ingkar janji atau tidak datang saat apel/ janjian, tetapi mahabbah  kepada Alloh terus makin indah dan asyik meski kita tidak bisa bertemu atau  melihatNya.
        Sayangnya perasaan cinta itu hilang ketika saya bai'at  toriqoh qodiriyah naqsyabandiyah. Entah kenapa mahabbah Ilahiyah hilang dan hati jadi sangat keras seolah ada dinding yang tebal sehingga untuk dzikir dan sholat khusuk saja sangat sulit. Padahal sebelumnya sangat melekat di hati. Sungguh hal sangat saya sesali melebihi dari apapun yang pernah saya sesali.
          Tapi Alhamdulillah tadi malam ketika saya mendengar "Syi'ir  KH Ali Maksum Krapyak " yang berjudul Lailaha illalloh al Malikul haqqul mubin  begitu indah dan asyik. Perasaan yang selama ini jauh dari Alloh , kembali dekat sampai menangis tersedu2. Sehingga saya menduga kalau syair tersebut disenandungkan dengan sepenuh hati yang dekat dan takut oleh KH Ali Maksum.

Cilacap, kamis legi 26 januari 2017

Rabu, 28 Desember 2016

RAHASIA KEBAHAGIAAN PASUTRI

Sunset, Couple, Lake Constance

          Apa yang saya tulis kali ini adalah hasil dari analisa dan pemikiranku setelah 21 tahun membina rumah tangga. Selama 21 tahun menikah sungguh merupakan beban yang sangat berat bagiku. Ada beberapa faktor penyebabnya, antara lain ;
1. Pernikahanku karena dijodohkan
2. Aku tidak mencintai suamiku
3. Karakter kami sangat berbeda bahkan bisa dikatakan 180 * 
                Namun demikian aku tetap bertahan sebagai istri dan ibu dari anak2ku karena ada beberapa alasan, antara lain ;
1. Alloh SWT sangat membenci perceraian meskipun halal hukumnya
2. Menikah adalah ibadah sesuai hadis Rasululloh SAW
3. Aku berkomitmen bahwa pernikahanku hanya sekali dalam hidupku kecuali karena hal yg sangat emergency
4. Bercerai adalah hal yang tabu kulakukan karena aku seorang Da'i dan Dosen yg harus menjadi teladan umat dan mahasiswa
Jadi,karena alasan di atas, meskipun sangat berat beban yang kutanggung dan aku juga tidak tergantung pada laki2 karena aku perempuan mandiri dan sudah punya penghasilan sejak masih sekolah di bangku SMU, aku tidak bercerai.
             Selama 21 tahun menikah hampir tidak pernah bahagia, karena dalam hatiku begitu hampa dan kosong dari cinta dan karakter kami yang sangat jauh berbeda. Aku perempuan yang mendambakan kasih sayang ruhani, kelembutan, perhatian dan romantisme, tapi suamiku orang yang cuek, apa adanya, dan tdk peduli pada istri dan anak2nya. Aku sangat disiplin, teratur, cinta kebersihan, serius, penyabar, penuh kesabaran dan kesantunan tapi suamiku sebaliknya.....
             Tak dapat kuungkapkan betapa hampa dan menderitanya aku  dalam rumah tangga, meski wajahku selalu berhias senyum dan penampilanku riang, riang seolah tanpa beban dan dipenuhi kebahagiaan. Semua orangpun iri melihat aku dan suamiku, mereka menilai bahwa kami adalah pasangan serasi yang sangat bahagia, ganteng dan cantik, Kyai dan NYai, sama-sama kharismatik, romantis dll....
             Mereka tidak percaya apa yang kukatakan tentang perasaanku yang sebenarnya....
Yang membuat aku kuat adalah karena semua hal ku kembalikan pada Alloh SWT sebagai tempat mengadu dan kesabaranku dalam segala hal. 
            Seperti malam ini dan malam2 sebelumnya, dikeningan malam aku "curhat" padanya....
"Ya, Alloh...kenapa aku tidak bahagia dalam rumah tanggaku ?"
"Apakah suamiku tidak mencintaiku sehingga akupun belum bisa mencintainya sampai saat ini padahal aku sangat mudah terhanyut dan iba pada perhatian dan kasih sayang dari sesama ?"
"Ya , Alloh aku menikah sesuai hadis dan perintahMu, yaitu untuk beribadah dan hanya mementingkan latar belakang agamanya bukan hartanya atau  kedudukannya , tapi kenapa aku tidak bahagia ?" Pertanyaan -pertanyaan ini tidak pernah mendapat jawaban, aku tetap dalam kebingungan dan kekecewaan.
           Sampai akhirnya setelah 21 tahun menikah, malam ini aku kembali merenung dan "berbisik padaNya".
"Ya, Alloh kenapa kau jodohkan aku dengan suami semacam ini ?"
" Suamiku yang sangat bertentangan karakter dan latar belakangnya dariku ?"
"Memang kuakui, aku mendapatkan suami sesuai 2 keinginan intiku , yaitu ;
1. Ganteng
2.'Alim
Bahkan aku juga mendapat 'bonus' dariMu yaitu ; nasab/ keturunanya yang mulia ( katanya kakek suamiku seorang Waliyulloh ). Tapi kami sangat jauh berbeda dalam berbagai hal dan hamba tidak bahagia ....
            Tiba2....
Dalam pikiranku menganalisa.....
"Kenapa semua yang kudapatkan dari suamiku adalah hal2 yang buruk karena begitu banyak kelemahannya ? Dan kenapa suamiku mendapatkan yang baik2  dariku karena hampir semua kebaikan yang dibutuhkan dalam rumah tangga ada padaku ? Betapa beruntungnya suamiku memiliki aku sebagai istri yang sempurna ? Dan betapa sialnya aku mendapatkan berbagai kelemahan dan kesedihan serta kekecewaan darinya ? "Mengapa begitu ya Alloh ? Kenapa tidak Kau jodohkan aku dengan suami yang sesuai keinginanku ?
           Masya Alloh.....
Akhirnya tiba2 pikiranku menjawab semua pertanyaan2 ini dengan sangat singkat, jelas dan sederhana ;
"Nikah adalah ibadah dan media mencari ridho Alloh, pahala, kemuliaan dan kebahagian, namun nikah juga cobaan dan ujian. Sedangkan ibadah intinya ada 2 hal ;
1. Sabar, bagi yang mendapat keburukan dan kesialan
2. Syukur, bagi yang mendapat kabaikan dan keberuntungan
"Kalau begitu dalam rumah tangga kami sebenarnya kami diuji sesuai dengan kesanggupan kami masing2 dengan 2 hal tersebut, yaitu ;
1. Aku diuji dengan kesabaran karena mendapat segala yang tidak menyenangkan dari suamiku
2. Suamiku diuji dengan rasa syukur karena mendapat semua kepuasan dan kebaikan dariku
           Dengan demikian aku dan suamiku bisa bahagia apabila aku terus bersabar dan suamiku terus bersyukur....karena aku dianggap mampu bersabar dan suamiku harus mampu mensyukuri semua yang didapatkan. Meski ternyata sebenarnya suamiku ternyta juga tidak puas dengan semuanya.....
          Alhamdulillah..ya Alloh setelah 21 tahun menikah akhirnya ku temukan jawaban dari pertanyaanku, yang mungkin juga pertanyaan dari banyak Pasangan Suami Istri ( PASUTRI). Aku menyimpulkan bahwa ;
Kebahagian dan kelanggengan pasangan suami istri secara garis besar dapat diwujudkan dengan 2 hal : 
1. Sabar
2. Syukur
Yang secara luasnya atau perinciannya  bisa melalui berbagai sikap seperti ; perhatian, penghormatan, kasih sayang, komunikasi dll.
             Bagi suami atau istri yang mendapati pasangannya penuh kekurangan hendaklah bersabar selalu dan bagi pasangan suami / istri yang mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan / kebaikan2 dari pasangannya harus bersyukur karena tidak semua orang seberuntung anda ! 
        Bahkan kalau boleh memilih, aku akan memilih menjadi pasangan yang diuji dengan rasa syukur karena kemudahan dan kebahagiaan yang didapatkan dalam berumah tangga. Tapi karena ujianku sudah ditentukan harus brsabar, maka hamba memohon padaMu ya Alloh...berilah kesabaran sampai akhir hayatku sehingga hidupku penuh berkah dan ridhoMu bukan murka dan siksaMu di dunia ini maupun di alam sana kelak, Amiin.
                                                                                Cilacap, Kamis pon 29 Desember 2016
                                                                                                                 29 Robiul awal 1438 H
      
            

Rabu, 30 November 2016

AYAHKU IDOLAKU SUAMI DAN ANAKKU COBAANKU

Hasil gambar untuk GAMBAR AYAH DAN ANAK2  Hasil gambar untuk gambar 3 remaja laki2

        Alhamdulillah....syukur yg tiada batas kepada Alloh SWT yang telah memberi segalanya padaku. Dan yang paling kusyukuri saat ini adalah aku terlahir dari ayah yang sangat sempurna sebagai ayah di mataku. 
          Ayah yang penuh tanggung jawab lahir batin, jasmani rohani, dunia akhirat. Beliau mencarai nafkah tanpa kenal lelah dari menjadi buruh tani, tukang kayu, tukang becak, bahkan sedot wc dan tukang sampah PEMDA pernah Beliau lakukan. 
           Tidak hanya itu Beliau juga figur ayah yang sangat perhatian pada ibadah dan pendidikan anaknya. Aku dididik agama dan umum serta kepribadian dengan sangat baik. Sehingga akupun tumbuh menjadi wanita yang lengkap dan pribadi yang tangguh.
         Sayangnya , anakku justru tidak demikian, sejak kecil menerima kekerasan fisik dan psikis dai ayahnya hingga anak2ku tumbuh menjadi anak yang keras dan tdk punya figur seorang ayah yang baik.
         Anak2ku tdk pernah dekat dengan ayahnya, tdk pernah dipeluk, disayang bahkan, perhatianpun tidak....sangat jauh....dengan ayahnya. Anak2ku sulit dikendalikan, seperti anak liar yang tidak mempunyai orangtua. Pergi -pulang seenaknya tidak pamit, bahkan menginap entah di mana. Padahal aku sudah menyekolahkan, dan mengirimnya nyantri di pesantren dari mulai lulus SD sampai lulus SMU
       Saat ini sedang dalam masa kuliah tapi tidak konsisten dan seenaknya, itupun selalu kupantau dan kupaksa demi masa depan yang jelas. Anak2ku hanya suka bermain / games dan berkumpul ramai2 dengan teman2nya tiap malam. Entah apa yang dilakukan. Aku hanya berdoa dan berusaha sekuat jiwa raga, bekerja untuk membiayai keluarga dan menangis tiap malam selama puluhan tahun ,mengkhawatirkan masa depan dan nasib anak-anak ku di akhirat kelak.
          Aku menikah tanpa cinta, dijodohkan karena aku memilih pemuda yang ilmu agamanya tinggi dan keturunannya bagus. Tapi sampai saat ini sudah 21 th menikah aku belum mencintai suamiku karena aku selalu merasa tidak cocok dengan karakternya yang ngawur, keras, egois, cuaek, temperamental dan kasar pada anak-anakku......
           Beratnya beban hati, pikiran dan perasaanku tdk ada yang tahu....
Yang jelas aku tdk pernah berpikir untuk bercerai karena bagiku Menikah adalah komitmen sampai mati kecuali bila aku diceraikan....
          Alhamdulillah.... sekarang suamiku agak berkurang temperamentalnya, sehingga anak2 tdk terlalu banyak menerima kekerasan fisik tetapi anak2ku malah jadi merasa "di atas angin" karena menganggap ayahnya tdk 'galak lagi.' Ternyata anak2ku sudah kecanduan game online sehingga malam begadang dengan teman2nya untuk nge-game dan paginya tidur sampai siang, sungguh budaya hidup yg tidak sehat dan merusak masa depan dunia akhirat. Masa Alloh...na'udzubillah. 
          Ya Tuhan....
Kupasrahkan nasib anak2ku pada kasih sayang dan ridhloMu...
Bimbinglah anak2ku menuju kasih dan ridhloMu........
Biarlah aku yang menanggung beban ini.....
Jadikan anak2ku golongan orang2 beriman, Muslim, ahli Ilmu, ahli kebaikan , ahli jihad, khusnul khotimah, dan ahli jannah...amiin