Translate

Selasa, 29 November 2016

RINDUKU

Hasil gambar untuk gambar orang memandang bulan


Aku rindu kamu....
Rindu dia....
Rindu dirinya....
Rindu kamu juga....
          Aku rindu kalian semua.....
Anakku....
Rinduku....
Kasihku....
Cintaku.....
Sayangku....
          Aku kehilanganmu....
          Kehilangan dia.....
          Kehilangan dirinya....
          Kehilangan dirimu juga....
Oh...rinduku.....

Kamis, 03 November 2016

Cinta terlarang

Hasil gambar untuk gambar pasangan burung merakHasil gambar untuk gambar pasangan burung merak



            Semoga  tulisan ini tidak menimbulkan persepsi negatif apalagi fitnah bagi siapapun. Tulisan ini hanya semata sebagai ungkapan perasaan supaya tidak terlalu berat menanggung 'rasa ' bingung saat ini.
         Memang terdengar aneh dan sulit dipercaya bahkan mungkin dianggap bohong, Tapi inilah kenyataan yg terjadi sebenarnya. Aku adalah perempuan yang selalu dikitari laki2 yang menyatakan 'cinta' . Entah knp, sejak usia SD sampai saat ini sudah usia 47 th masih banyak  yang menyatakan cinta padaku. Bahkan orang dari luar negeripun berusaha menyatakan 'cinta' nya via media sosial yang ada.
            Saat ini ada satu laki-laki yang menurut umum tidak mungkin jatuh cinta kepadaku karena usianya lebih muda 15 tahun dariku, kata orang ; keren, pandai, kalem/pendiam, santun, karismatik, pokoknya semua serba baik dan positif . Dia juga seorang tokoh agama yang berbasic penyebar missi agama.Jadi sangat tidak mungkin bila dia adalah orang yang tidak mungkin berperilaku negatif.
           Sungguh suatu hal yang mustahil dalam pandangan umum, tentang apa yang kutulis ini. Tapi inilah kenyataannya. Fakta dan actual, this reality , actualy and true .
           Awalnya aku juga terkejut dan tidak percaya. Tapi karena keseriusan dan kejujurannya akhirnya aku terpengaruh juga. Meski sebenarnya bukan kali ini saja ada laki2 yang lebih muda, keren dan pandai/ tokoh menyatakan cintanya padaku, tapi kali ini aku ingin menulis di blogku sebagai bahan pertimbangan dan sumbangan pendapat untuk semua orang yang membutuhkannya.
           Sebagai Dai dan Dosen aku merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membimbingnya menjauhkan dari 'cinta terlarang' yang dia rasakan. Aku menasehati dengan bijak dan penuh tanggung jawab, menyadarkan agar dia tidak terjerumus dan terbawa perasaan emosional yang berakibat mencemarkan nama baik dan reputasiku, reputasinya dan keluarga besar kami apabila sampai tersebar perasaan 'cinta'nya padaku.
Kukatakan padanya ; "kalau perasaanmu dituruti maka akan merusak reputasiku, reputasimu dan keluaraga besar kita masing2, juga institusi dan profesi kita dan keluarga kita sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat, jadi lupakanlah aku dan abaikanlah perasaanmu."
           Entah bagaimana akhirnya, ternyata dia sudah memendam perasaan selama 13 tahun lalu, tepatnya dari tahun 2003 ketika dia menjadi mahasiswaku dan aku mengajar dia sebagai Dosen. Cinta tumbuh dari kekaguman akan lebih sulit hilang dan tertanam kuat, karena didalamnya menyatu rasa cinta dan kagum. Yang jelas aku selalu mengingatkannya agar 'menahan dan menyimpan perasaannya di dalam lubuk hati yang terdalam, jangan sampai dikeluarkan dan dituruti sehingga tidak tersebar luas dan menjadi 'bumerang' kehidupan banyak orang.
         Meski demikian aku kewatir juga apabila suatu hari kelak justru akan memutar balik fakta seperti yang sering terjadi di kalangan perempuan. Laki2 cenderung mengejar2 dan menaklukan perempuan dengan berbagai cara tetapi bila sudah mendapatkannya akan berbalik menfitnah dengan kata2 yang rendah dan menyakitkan 'ah, kamu perempuan murahan.' Atau kata2 yang senada. Itulah laki2.



          Padahal hati perempuan tulus, dan mencintai sepenuh hati setia pada satu pasangannya. Maka selalu kukatakan pada para perempuan; " jangan mudah terbujuk rayuan lelaki karena laki2 itu pendusta dan tidak setia, jahat suka memutar balik fakta, kalau belum mau di rayu dan dijebak dengan berjuta rayuan dan bermacam trik tapi bila sudah jatuh cinta mereka akan meninggalkan kita dengan mengatakan ;'perempuan murahan/ geleman (jawa).'
          Semoga tulisan ini menjadi motivasi bagi para perempuan supaya lebih hati2 dalam mensikapi perilaku laki2 dan mencegah para laki2 dari suka memainkan perasaan perempuan, melecehkan dan menghinanya.

Cilacap, Kamis legi 03 November 2016
            

Minggu, 06 Desember 2015

KAU SYETANKU

Hasil gambar untuk gambar setanKau cintaku....
  Kau rinduku....
    Kau Kasihku....                                   
      Kau Sayangku....
                   Kau cumbuku.....
                     Kau rayuku....
                       Kau manjaku.....
                         Kau gurauku...
                           Kau bahagiaku.....
 Kau lelakiku....
   Kau temanku....
     Kau .......

Tapi....
                   Kau juga bajinganku....
                     Kau buayaku.....
                       Kau hidung belangku....
                         Kau gilaku......
Dan.....
                   Kau juga dosaku....
                      Kau marahku......
                         Kau rajukku
                            Kau dukaku......
                               Kau jutekku
                                 Kau tangisku...
                                    Kau sedihku.....
                                       Kau nerakaku....
Karena .....

                   Kau syetanku !!!!!!
                                                                                         
                                                              Malam syahdu, 5 / 12 / 2015

Jumat, 29 Mei 2015

INOVASI

          Tulisanku kali ini akan memaparkan tentang kinerja dan inovasiku di Perguruan Tinggi tempatku mengajar. Tepatnya di mulai tanggal 06 oktober 1993. Saat itu aku baru lulus kuliah S1 ditawari unutuk menjadi PNS di Kemenag Cilacap sampai 3x ( 3 tahun berturut2 ), bahkan tahun 2003 ditawari lagi, jadi 4x,  tapi aku menolak karena aku pernah mendengar 'pacarku' bilang , PNS itu banyak madhorot nya, karena banyak hal2 yang diharamkan dilanggar seperti korupsi, manipulasi dll, disamping itu gaji PNS juga berasal dari berbagai sumber devisa negara yang sering berasal dari uang haram, seperti pajak miras, lokalisasi prostitusi dll. 
         Dalam kenyataannya juga kusaksikan sendiri saat aku masih kanak2, aku menyaksikan sendiri seorang PNS yang bertugas memoto kopy ,ternyata dia meminta pada tokonya untuk ditulis di kwitansi dilipatgandakan jumlah dan harga foto kopy dari jumlah kertas yang difoto kopy dengan maksud supaya mendapat untung. Pernah juga aku ikut naik kendaraan dinas seorang PNS (maklum keluargaku banyak yang PNS ) , ternyata pada saat perjalanan pribadi mereka meminjam kendaraan Dinas dan ketika mengisi bahan bakar ( bensin ), mereka juga meminta 2 kwitansi, kwitansi yang dilaporkan adalah kwitansi yang sudah digandakan jumlah liter dan rupiahnya.
            Bukan hanya itu, ternyata PNS juga harus memberi 'uang pelicin' yang jumlahnya sangat fantastis bagi 'orang biasa', saat itu rp.10 juta, kalau saat ini sebanding dengan rp.100 juta. Bagi pegawai rendahan seperti ayahku menyiapkan uang sejumlah itu sama saja gaji seumur hidup.
            Tapi masalahnya bukan jumlhanya saja yang berat, lebih dari itu adalah karena bagi kami sekeluarga, uang pelicin hukumnya haram dan finnar/ neraka. Meskipun kepala URAIS waktu itu menjelaskan pada kami bahwa, uang pelicin tersebut jangan dianggap sebagai suap tapi anggap saja seperti orang yang mau bekerja/ menggarap di sawah maka perlu menyewa tanah sawah bila kita tidak punya sawah.
          Tetapi tetap bagi kami hukumnya jelas, suap adalah haram, sedangkan pemikiran tersebut adalah rekayasa hukum Islam. Maka aku tolak PNS tersebut, padahal aku didatangi sendiri oleh Kepala URAIS saat itu, bahkan yang terakhir mengatakan padaku ; "Dasarnya memang mba Tuti tidak minat di PNS, ya sudah ! " sambil memukul keras meja dengan tangan beliau/ 'ndeblag ( jawa-pen).
            Disamping itu dari Perusahaan Asuransi dan Lembaga al-Irsyad yang menawari pekerjaan padaku juga kutolak, hanya IAIIG Cilacap yang kuterima, dengan beberapa pertimbangan ;
1. Aku niat berjihad seperti Dekan Fakultas Dakwah waktu itu yang datang ke rumah memintaku untuk ikut 'berjuang' , lii'lai kalimatillah, memintaku menjadi Dosen di Perguruan Tinggi tersebut
2. Putra pendiri yang datang sendiri ke rumah dengan alasan disuruh ayahnya untuk memintaku ikut 'berjuang' di Perguruan Tinggi tsb
3. Sekedar mendapat 'pengakuan masyarakat' kalau aku 'bekerja' karena tiap kali Dakwah ada saja yang tanya ' aku bekerja di mana'.
4. Untuk memanfaatkan ijazah dan ilmu yang kudapatkan sewaktu kuliah dulu
                Maka akupun menjadi Dosen dengan sambutan dan penghormatan yang begitu tingggi, dari awal aku ditawari jabatan Dekan Fakultas Dakwah, tapi aku menolak karena menurutku jabatan Dekan adalah sangat tinggi dan harus bertanggung jawab atas kualitas dan kuantitas fakultas , bahkan perguruan tinggi, aku juga tidak mau terikat waktuku di sana karena aku punya lembaga Taman Pendidikan al-Qur'an dan aku juga menjadi Da'iyah yang aktif menghadiri undangan ceramah agama sejak remaja/ SMU kELAS 2, jauh sebelum menjadi Dosen, bahkan sebelum kuliah/ menjadi mahasiswa.
          Awal profesiku Aku menjadi Dosen yang disiplin, aktif, kreatif, inovatif, penuh loyalitas dan kredibitas pada PT. Banyak saran dan ideku yang dilaksanakan untuk peningkatan mutu/ kualitas dan perkembangan kuantitas mahasiswa dan Dosen. Bahkan aku terkenal dengan sebutan Dosen killer karena kedisiplinanku dalam memperlakukan mahasiswa dan menegakkan peraturan, aku juga dikenal sebegai Dosen 'pintar' karena pemikiran2 inovatif ilmiahku.
           Sampai pada akhirnya di tahun 2006 tersosialisasikan peraturan pemerintah ; Dosen harus studi lanjut minimal S2. Maka aku kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan lulus cepat ( 2 th ) dengan IP ; 3,48 pada tahun 2008. 
           Tahun 2009 aku diangkat menjadi Pembantu Dekan I & III  Fakultas Dakwah dan anggota LPM ( Lembaga Penjamin Mutu Perguruan Tinggi sekaligus. Pada rapat LPM pertama aku mengajukan beberapa masukan yang membawa perubahan besar bagi Manajemen Institut , antara lain ;
1. Institut harus memiliki manajemen yang kualivide
2. Harus ada Peraturan dan Jobdisc yang tertulis bagi semua manajemen
3. Harus ada rolling pejabat struktural
4. Jabatan diraih dengan kompetisi sehat berdasar kualitas dan promosi jabatan jangan hanya karena ditunjuk atasan apalgi karena like and dislike
5. Ada reward bagi yang berprestasi dan sangsi bagi yang melanggar
6. Perbanyak kerjasama dengan jaringan2 yang mendukung pengembangan
7. Harus ada Program yang jelas, terencana dan tertulis pada semua komponen
8. Perluas pengembangan SDM dengan mengakses beasiswa atau forum2 terkait.
9. Rekrutmen SDM harus melalui lamaran resmi dan seleksi yang bagus, bukan hanya karena kenalan, nasab atau alumni
dll.
Bahkan pada tahun 2010 aku juga diangkat menjadi Kepala Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam ( KPI ) Fakultas Dakwah.
         Alhamdulillah usul2ku yang demikian banyak disambut baik oleh Rektor yang kebetulan waktu itu juga masih tergolong baru menjabat. Saat itu juga diadakan perbaikan total. Diadakan rapat2 yang membahas dan menyusun berbagai peraturan dan jobdisc. Dosen2pun sangat mudah mendapat rekomendasi studi lanjut dengan mengakses beasiswa. Ada beberapa kali rekrutmen karyawan dan dosen melalui seleksi tes, meskipun kenyataannnya masih sama yang diterima yang ada hubungan keluarga dan kenalan pimpinan/ dosen yang membawanya.
            Sayangnya perubahan dan perbaikan ini hanya berlangsung 5 tahun ( 1 periode masa tugas ), yaitu pada periode jabatan saya 2009-2014. Pada periode 2014-2019 saat ini juga kembali seperti semula. Tidak ada seleksi, tidak ada sosialisasi, tiba2 tanpa ada konfirmasi apapun, diangkat pejabat akademik/ struktural 100 % dari keluarga Yayasan. Yang sangat menyedihkan adalah bukan berdasar kompetensi, semua diangkat tanpa pertimbangan profesinal sedikitpun. Semua hanya karena nasab Yayasan
             Pada awal tahun 2010 ada wacana akan beralih status menjadi Universitas. Aku yang suka menganalisa dan berpikir kritis langsung berbicara pada teman yang sekaligus atasanku ( Dekan Fakultas Dakwah ), meskipun dulu juga mahasiswa saya, dia langsung diangkat menjadi Pembantu Dekan meski baru lulus S1 dan banyak Dosen yang sudah S2 karena dia istri ketua Yayasan. Aku menyampaikan beberapa hal padanya ;
1. Kalau mau alih status sebaiknya ke Universitas Islam, jangan Universitas Umum supaya tidak lepas dari tujuan awal berdirinya Institut yaitu Untuk li'i'lai kalimatillah/ dakwah .
2. Studi banding ke UIN SUKA/ Malang yang sejenis
3. Kalau Universitas jangan melebelkan NU kalau ingin Yayasan tetap memiliki otoritas manajerial, karena kalau label NU pasti mau tidak mau NU akan merasa memiliki dan punya otoritas.
4. Apabila tetap menggunakan nama NU maka ada segi positifnya karena kemungkinan berkembang maju lebih besar dengan dukungan organisasi dan anggotanya. Manajemennya juga bisa lebih bonafide karena SDM dan peraturannya bukan murni hanya dari Yayasan.
5. Apabila alih status ke universitas umum akan lebih berat dalam mengembangangkan fakultas KeIslamanya karena steakholders pasti akan cenderung memilih fakultas umum daripada ke agama.
          Pendapatku diabaikan bahkan aku dianggap remeh, orang bodoh yang berkicau, tidak tahu apa dan berhati buruk. Pada akhir tahun 2014 SK mendiknas turun, mulailah Rektorat dan Yayasan gelisah bagai kebakan jenggot, karena kata2ku terbukti semua. SK pendirian UNUGHA turun ke PBNU karena berpresepsi ini adalah Perguruan Tinggi milik NU. Ternyata Institut juga tidak bisa langgung marger ke UNUGHA karena beda kementerian, bukan kemenag. NU juga mulai ikut bicara tentang UNUGHA. 
Aku hanya berpikir mengambil hikmah ; barangkali memang ketentuan Tuhan yang akan mengembangkan Institut lebih adil sehingga perlu orang luar / bukan keluarga yayasan yang berperan dalam otoritas karena selama ini banyak terjadi ketimpangan2 manajerial.
         Selama menjabat di struktural aku selalu memiliki inovasi jitu untuk menagatasi berbagai permasalahan mahasiswa, SDM Dosen, manajerial dll. Pernah suatau saat ada beberapa mahasiswa terganjal permasalahan akademik, ketika itu mahasiswa sudah menjelang munaqosah tetapi antara waktu awal mendaftar tidak sesuai dengan ijazah yang diterbitkan di SMU nya, maka bagian akademik memberi solusi untuk mendaftar kembali menjadi mahasiswa baru. Lalu aku menelusuri kronologinya, ternyata mahasiswa tersebut tidak bersalah karena dia lulus SMU tahun 2008, tetapi ijazahnya terbit tahun 2009 karena sekolah di sekolah swasta yang kurang begitu ketat manajemennnya, tetapi pada tahun 2008 mendaftar kuliah dengan surat keterangan lulus. Berarti dalam hal ini mahasiswa adalah korban dari SMU asal dan Dekan yang menerima pendaftaran waktu itu. Aku begitu iba melihat kenyataan ini. Tidak dapat kubayangkan betapa kecewa dan sedihnya mahasiswa dan walinya yang selangkah lagi wisuda/ selesai studi tiba2 harus mendaftar lagi sebagai mahasiswa baru karena dianggap tidak sah selama menempuh 5 tahun kuliah. 
           Ada juga mahasiswa 1 jam menjelang munaqosyah tiba2 ditolak karena tidak memiliki NIRM. Dari 2 kasus ini aku selaku Ka.Prodi mengambil langkah yang sangat mengejutkan, aku ke Kopertais menyampaikan persolaan tersebut dan meminta untuk dibuatkan NIRM 6 Mahasiswa yang dianggap bermasalah, dengan memberi jaminan bahwa "aku selaku ka Prodi mengakui kelalaianku dan berjanji tidak mengulangi lagi, dan mahasiswa tidak bersalah dalam hal ini." Alhamdulillah pihak Kopertais memahami permasalahan ini dan mengabulkan. Sampai2 aku memberi 'kenang2an pada pejabat Kopertais waktu itu untuk mensyukurinya. Aku ikhlas dengan uangku sendiri, bahkan mahasiswa yang ku tolong sama sekali tidak peduli apalagi berterimakasih, padahal waktu terancam gaal wisuda dia datang ke rumah bersama ibunya, menangis , memohon solusi, dan mahasiswa tersebut sampai meninggalkan sholat karena depresi, orangtuanyapun berjanji muluk2 memberi  hadiah yang fantastis, tapi aku abaikan karena aku tidak berharap imbalan ! Itu karena karakterku yang betanggungjawab, perfec, empati, ikhlas bekerja dengan sungguh2, menyelesaikan persoalan dengan kecerdasan dan kebijaksanaan yang dianugerahkan Alloh SWT. Aku bukannya mendapat support apalagi reward, aku justru dimusuhi oleh bagian akademik karena mereka merasa dikalahkan dalam kinerja. Sejak saat itu saya menyarankan NIM & KTM harus diurus oleh lembaga secara kolektif sejak awal pendaftaran sehingga tidak terulang kasus yang sama. Meskipun beberapa tahun yang lalu juga sudah saya usulkan tidak diwujudkan, tetapi kali ini benar2 dilaksanakan. Mulai saat itu tidak ada lagi mahasiswa terlantar dan menjadi korban manajerial, apalagi setelah itu ada PDPT online.
         Demikian pula masalah Penerimaan Mahasiswa Baru ( PMB ) saya selalu berpartisipasi aktif sejak awal menjadi Dosen ( 1993 ) sampai saat ini. Aku selalu aktif melakukan sosialisasi, publikasi dan rekrutmen, dalam setiap mengisi ceramah / tausiyah di segala moment, terhadap keluarga, teman2, tetangga. Setiap tahun akademik baru pasti aku selalu membawa mahasiswa baru, bahkan 2 x atau 2 tahun akademik pernah satu kelas adalah mahasiswa yang masuk adalah mahasiswa bawaanku semua.
        Aku juga memiliki jaringan2 yang bisa mengakses beasiswa bagi mahasiswa antara lain : BAZMA, BAZDA, KOPMA yaitu lembaga2 yang pengurusnya mengenal aku sehingga mereka bersedia memberikan beasiswa bagi mahasiswa Fakultas Dakwah . Disamping aku juga aktif mencarikan beasiswa via jaringan internet.
         Yang pasti selama menjadi Dosen aku selalu bersikap loyal, kredibel, inovatif, kreatif, dan pro aktif untuk pengembangan lembaga, meski tanpa instruksi dari siapapun. Sayangnya aku bekerja di Lembaga swasta di bawah naungan Yayasan sehingga, prestasi dan pretise tidak diperhatikan bahkan diabaikan kalau bukan nasab yayasan. Tetapi bila nasab yayasan, meski baru lulus S1 dan belum bisa apa2 langsung menjadi pejabat penting di struktural. Aku sama sekali tidak ingin meraih jabatan tetapi aku hanya menyayangkan manajemen yang tidak profesional pasti hasilnya juga tidak maksimal.

                                                                                                         Cilacap, sabtu wage 30 mei 2015

                                                                                                                     
                     
              

Sabtu, 08 November 2014

Kerinduanku: METAMORPHOSIS

Kerinduanku: METAMORPHOSIS

METAMORPHOSIS


        Tahap-tahap perubahan kepribadian dalam hidupku sungguh sangat fluktuatif dari masa balita sampai saat ini. Aku lahir di desa pedalaman di tengah hutan jati dan karet budi daya pemerintah, tepatnya grumbul Bojong desa Kubangkangkung Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap. Desa terpencil dan tertinggal dengan penduduk terbatas dan budaya ortodok. 
          Kehidupan masyarakat yang masih jauh dari religiustas dan etika. Mayoritas buruh perkebunan karet dan serabutan, buruh tani, tukang kayu dan pedagang rumahan. Mereka hanya hidup berkeluarga, bertetangga, dan bersosalisasi, tanpa idealisme dan keinginan untuk meningkatkan diri. Bahkan dalam hidup bermasyarakat masih sangat sering terjadi perselingkuhan di lingkungan rumah tangga. Apabila menyukai wanita/ laki2 lain mereka langsung selingkuh meski sama2 sudah memiliki istri/ suami. 
         Mereka juga berburu binatang di hutan untuk konsumsi sehari2 dan di jual belikan. Termasuk babi hutan  anjing, dan codot yang mereka makan sehari2. Pada tahun 1969 masa itu memang masih sangat  terbelakang karena belum ada Ulama maupun tempat ibadah di desa itu.
       Aku di besarkan dengan kemandirian yang luar biasa. Ayahku sibuk kerja mencari nafkah dengan menjadi tukang kayu dan pegewai Dinas Pekerjaan Umum ( DPU ), sementara ibuku sibuk dengan pekerjaan rumah tangganya sehingga tidak begitu perhatiian pada anak2nya. Alhamdulillah dengan keadaan yang demikian justru membuat  aku tumbuh menjadi anak yang mandiri.
       Aku manjadi pribadi yang mandiri sejak balita, saat usiaku 2 tahun sudah sering di suruh membantu ayah mengambilkan alat tukang dan membantu ibu menyiapkan peralatan makan dan pakaian. Maka aku juga tumbuh menjadi pribadi yang ulet dan suka bekerja keras. Saat usiaku baru 5 tahun aku sudah dititipkan ke nenek berpisah dari orangtua sampai kelas 2 SD. Saat itu 2 orang sepupuku juga ikut nenek. Mereka 4 dan 6 tahun lebih tua dariku. Mereka merasa cemburu dengan kehadiranku yang lebih muda, karena kewatir nenekku lebih sayang padaku sehingga mereka tiap hari menyakitiku, terutama sepupu perempuanku.  Alhamdulillah dari kejadian2 yang menimpaku membuatku tumbuh menjadi pribadi yang tabah dan suka mengalah.
         Aku juga lahir sebagai anak sulung yang sering disuruh mengalah dan 'ngemong ' pada adik2ku. Aku dipadati dengan berbagai kegiatan dari bangun pagi langsung 'momong' adik, lalu sholat subuh , membantu ibu memasak, lalu berangkat sekolah, pulang sekolah 'momong ' lagi Saat aku duduk dibangku SD sampai SMU aku adalah pribadi yang pendiam, pemaaf, sabar, ulet, suka mengalah, dan senantiasa positif thinking dalam semua kejadian, termasuk perilaku buruk orang lain kepadaku kutanggapi dan kupandang dari sisi baiknya.
      Tetapi sungguh hal yang tak terduga, saat mulai duduk di bangku kuliah S1,aku dikenali dan diapacari oleh seorang anak ulama di kotaku yang kebetulan satu kampus, sejak itulah awal kesialan dan keburukanku. Dia mengagumiku karena sejak OSPEK tampak berbagai kelebihan yang kutunjukan pada Panitia melalui berbagai kompetensi yang kumiliki termasuk kompetensi Ajaran Islam yang kupunya.
        Diapun mengirim surat via teman laki2nya, yang intinya minta aku menjadi teman dekatnya, singkat cerita aku 'berpacaran' dengannya. Awal pacaran tampak serius karena baru 1 minggu berkenalan, dia alngsung mau melamarku, tapi aku menolak karena aku merasa'aneh' , masa baru 1 minggu kenalan mau melamar....bukankah dia belum tahu 'siapa aku' ? Aku menolak dengan memaparkan alasan ; aku tdk cocok unutknya, aku tidak cantik, aku bodoh/ bukan ahli agama, aku juga bukan hafidhoh, aku anak orang miskin, PNS rendahan dan lain2.
        Akhirnya kami berpacaran sampai aku wisuda sarjana S1 dan tidak ada lamaran apapun karena tiap kali aku mau dilamar aku selalu mengingatkannya untuk mendapatkan peempuan yang lebih baik dariku, cantik, anak ulama, hafidhoh dan kaya untuk membantu kelancaran jihadnya. Akupun diminta menjadi Dosen di PT milik Yayasan pimpinan ayahnya. Setelah 2 tahun aku menjadi Dosen di sana, dia baru wisuda dari S1, berarti kami berpacaran 7 tahun. Saat itu,dia menagtakan mau menempuh hidup baru, ingin berumah tangga , maka akupun mempersilahkan dia menikah dengan pilihan orangtuanya.Satu  tahun pernikahanya, akupun menikah dengan pemuda pilihan orangtuaku yang kusetujui karena keturunan, ilmu dan ketampanannya. Maka kamipun hidup dengan rumah tangga masing2. Tetapi yang kusesali bukan perpisahan melainkan semua keburukan akibat berpacaran dengannya  yaitu ;
1. Aku diajarai sifat buruk, seperti ; manusia itu lebih kejam dari Alloh SWT
2. Manusia itu tidak ada yang dapat dipercaya, maka aku harus selalu curiga pada manusia, baik dia berbuat baik padaku apalagi yang sudah jelas dia jahat
3. Dia juga sangat rendah diri, pesimis dan membanggakan diri/ keturunannya/ sombong dan pemurung
4. Aku tidak boleh bersikap terbuka/ jujur pada semua hal karena merugikan katanya
Dan lain2sifat buruk yang diajarkan padaku, aku tidak setuju dan menolak, tetapi tanpa terasa akupun 'tertular' sifat dan ajarannya. Selama aku berpacaran dengannya aku berbalik menjadi wanita pemurung, rendah diri, selalu curiga pada setiap orang, selalu gelisah, bingung dll.
        Dan yang lebih aneh lagi aku merasa bahwa 'cintaku bukan cinta wajar' melainkan karena pengaruh pelet darinya. Hal ini ada beberapa indikator yang kuanalisa ;
1. Surat pemberiannya dibubuhi 'sesuatu' berwarna putih kekuningan seperti lendir yang waktu itu kucium karena ingin memastikan benda apa yang menempel disurat cintanya. Yang sekarang kutahu ternyata ada ilmu pelet yang paling dahsyat yaitu dengan air mani.
2. Dia juga pernah bicara tentang macam2 'ilmu pelet' 
3. Suatu saat aku bermimpi 'berhubungan intim dengan seoang laki2 yang cuma beberapa menit' lalu terbangun, tetapi setelah bangun seperti telah benar2 melakukannya, dan pagi harinya saat aku ketemu di kampus dengannya dia tanya padaku' mimpi apa kamu tadi malam ? sambil tersenyum2 menggoda, padahal selama berpacaran tidak pernah bertanya tentang mimpiku. Belakangan aku juga tahu ternyata pelet bisa dilakukan dengan hadir/ masuk dalam dunia mimpi sasarannya.
4. Otak dan pikiranku selalu teringat dan terbanyang dirinya tanpa sedetikpun kosong dari hal itu kecuali bila sedang tidur, padahal aku tak menginginkanya, sampai2 aku ingin melepas dan meletakkan kepalaku seandainya kepalaku bisa kulepas seperti kepala boneka, karena benar2 terganggu hal tsb. Benar2 menyiksaku sampai2 aku berpikir, kalau aku bukan orang muslimah dan beriman aku ingin bunuh diri untuk menghilangkan rasa tersiksa tsb. Alhamdulillah aku tidak melakukannya.
5. Dari mulai kenalan sampai aku berumah tangga dengan orang lain dan memiliki 3 orang anak  dan mengikuti pelatihan shalat khusuk oleh Ustadz Abu Sangkan tepatnya sejak 1988- 2006, kondisi ini baru hilang dengan sendirinya ketika selesai pelatihan shalat khusuk. Benar2  waktu yang sangat lama 18 tahun tersiksa karena pelet trsebut. Rasa ini tidak bisa hilang dengan riyadhoh2  yang kulakukan, melainkan hilang dengan sendirinya karena aku memiliki ilmu makrifat tsb.
        Tahun 1993 sampai saat ini 21 tahun sudah aku mengabdi di PT yayasan pimpinan ayahnya, aku selalu mendapat perlakuan yang tidak adil sejak tidak jadi menikah dengannya, karena aku tidak jadi bagian keluarganya, padahal hatiku begitu tulus, tidak dendam sedikitpun pada perlakuannya yang menikah lebih dulu dariku setelah memutuskan hubungan .
       Aku selalu dihina, bahkan serdoskupun dipending, dan pada tahun ke 21 ini aku dianggap tidak penting lagi menduduki posisi/ jabatan struktural dan mereka malah mengangkat dan menempatkan keluraga sedarah yang kompetensinya diragukan. 
       Alhamdulillah perlakuan mereka yang dhzalim dan tidak adil ini membuat aku sadar bahwa 'aku harus kembali pada diriku yang asli' . Aku tidak mau terpengaruh sifat dan sikap buruk dari siapapun termasuk darinya dan keluarganya. Maka mulai tahun ini aku begitu tenang, bahagia dan kembali pada sifat asliku yaitu ; pribadi yang penuh percaya diri optimis, baik hati, selalu husnudhon, ikhlas, tawadhu', wirai, qonaah, empati, pemaf dan lain2. Aku tidak mau lagi terbawa arus keburukan dan kesialan dari siapapun. Tahun baru hijriyah, akupun hijrah pada kebaikan,dengan pertolonganMu ya Alloh, aamiin
Cilacap, Ahad pahing 16 muharam 1435 H
                                    09 November 2014