Translate

Rabu, 05 Maret 2014

CINTA OVER DOSIS

               
               Cinta adalah sebuah kata yang singkat namun luas maknanya. Terdiri dari 5 huruf namun panjang penajabarannya. Sehingga tidak aneh apabila makna cinta bagi seseorang berbeda bagi yang lainnya, karena masing-masing memberi makna dan arti sesuai latar belakang pengalaman cintanya. Meski banyak pembahahasan dan penafsiran tentang cinta dengan makana yang berbeda-beda, tetapi menurut penulis cinta memiliki beberapa persamaan, seperti ; rasa indah, rindu, suka yang mendalam.
                Rasa suka yang mendalam inilah yang sering menjebak ‘sang pencinta mabuk kepayang tanpa sadar’.  Semua orang bahkan seluruh makhluk pernah merasakan cinta. Perasaan yang mendalam, teramat sangat, yang membawa alam bawah sadar sang pencinta menuruti hasrat cintanya, inilah yang kemudian mengingatkan kita pada pernyataan Rosululloh SAW :
1
 Saya’ti zamanun ‘ala Ummatii yuhibbul Khomsa wa nasiyal khomsa : yuhibbul makhluqo   wanasiyal Kholiqo, yuhibbul  Qushuuro wanasiyal Kuburo , yuhibbul   maala  wanasiyal     hisaba, yuhibbul  hayata wanasiyal mamata, yuhibbuddunya wanasiyal akhirota."
Artinya : 
" akan datang suatu zaman pada umatku, mereka mencnitai 5 hal melupakan 5 hal : mencntai makhluk melupakan Kholik ( Pencipta ), mencintai rumah mewah melupakan kubur, mencintai     harta melupakan hisab, mencintai hidup melupakan mati, mencintai dunia melupakan akhirat."
Dari hadis tersebut kita dapat menelaah :
1. Cinta sesama lupa pada Alloh SWT
Betapa banyak orang jaman sekarang, mencintai hewan piaraan, seperti kucing, ular dan   sejenisnya, mereka tidak sayang untuk mengeluarkan uang ratusang juta untuk  memelihara hewan kesayangannya, tetapi kalau untuk zakat dan infaq sangat  kecil bahkan hanya recehan yang dikeluarkan, juga para orangtua yang kelewat cinta pada anak2nya ,segala fasilitas dipenuhi tak terhitung materi dan uang yang dialokasikan untuk makan, mainan, kendaraan dan kuliah faforitnya, tetapi lupa pada kewajiban mendidik dan mengarahkan anak untuk tetap bertaqwa, mendekatkan diri pada sang Pencipta yang memeberi kita anak. Bukan hanya itu, saat ini Free sex telah melanda pergaulan remaja dengan dalih cinta rela melanggar syariat, bahkan tua2 keladi yang tuapun lebih menjadi, tak ingat umur tinggal sebentar lagi, asyik masyuk  dalam "kubangan cinta terlarang ',dari  yang berlabel  "Cabai-cabaian di kalangan anak muda sampai pada Arisan Duren ( Duda keren )" pada  kalangan usia paruh baya,  mereka  lupa pada Alloh yang menciptakan dan memberi cinta yang sebenarnya  hasanah dan mulai . na'udzubillah mindzalik..
2. Mencintai rumah bertingkat/ mewah lupa rumah hakiki ( kuburan )
            Saat ini rumah mewah seolah berkompetisi, membangun terus tanpa henti, mengikuti trend mode, baru 3 bulan sudah ganti lagi, bukan hanya itu, para konglomerat membangun puluhan rumah, sampai2 ada rumah yang disinggahi 1 tahun sekali, sehingga ada istilah rumah singgah dan rumah tinggal. Rumah jaman sekarang sudah bernilai trilyunan rupiah karena bernuansa istana, tapi tak pernah ingat bahwa kelak kita akan masuk pada rumah pribadi, rumah tinggal yang sangat sempit, gelap,tak berpintu, hanya bisa dihuni 1 orang yaitu diri kita, yang bernama kuburan. Kita lupa betapa gelap dan menderitanya di sana sehingga perlu pembangunan yang lebih bserius dari sekedar istana raja diraja. Bagaimana kita bangun istana kita di alam barzah ? Masya Alloh
3. Mencintai harta lupa hisab /perhitungan di akhirat 
Saking cintanya terhadap harta benda, sering melupakan bahwa harta yang kita miliki akan dihisab, ditanya dari mana dan bagaimana kita mencarinya, serta untuk apa kita gunakan. Sehingga banyak manusia mengumpulkan harta sampai bertumpuk2, rumah mewah puluhan , mobilmewah ratusan, tetapi bukan dari pekerjaan yang halal,bahkan sampai pulaupun dibeli. naudzubillah. Sampai2 kita yang miskin dan kurang mampu hanya terpana keheranan, darimana mereka mendapatkan kekayaan sebesar itu ? Betapa senangnya jadi orang kaya .....kenapa saya  tidak  kaya ? Ah, kalau begitu aku ikutan aja cari harta yang banyak nda usah mikir haram tidaknya ! Taubat nanti saja kalau sudah kaya dan sudah tua ! Oh, dunia, betapa kau buat diriku bingung...
4. Cinta hidup lupa mati
Hampir semua orang tidak pernah ingat bahwa dirinya akan mati. Bahkan bila ditanya ' apakah mau mati sekarang ?' jawabnya pasti " tidak mau " meski dijanjikan masuksurga dan ahli warisnya dijamin kemakmurannya. Lebih tragis lagi, saat ini orang sedang melayat jenazahpun tidak bisa mengambil 'ibroh ' dari kematian si mayit. Dengan santainya, menggunjing mayit, bahkan bicara soal bisnis atau hartanya yang melimpah atau anaknya yang sedang gemilang karirnya. Masya Alloh, cinta / senang hidup sampai lupa kita akan mati, na'udzubillah...Bahkan mereka bilang ;" kalau orang mati sengsara, kenapa mereka nda pulang ke dunia, berarti mereka betah, donk...." Lalu apa kita tidak pernah berpikir, meskipun hidup kita sangat menderita di dunia dan kita ingin kembali ke rahim Bunda sampai menangis darahpun tak akan bisa ?" Renungkanlah !
5. Cinta Dunia lupa akhirat
Akhirnya kita akan tahu bahwa, kebanyakan manusia sangat cinta pada dunia dan kehidupan dan apa yang ada di dalamnya, tetapi lupa pada akhirat dan apa yang ada di dalamnya serta apa yang akan kita terima di alam sana. Kita tak peduli lagi bahwa di akhirat ada padang mahsyar yang panasnya membuat kita hancur karena matahari tepat di atas ubun2 kita, Masya Alloh. Kita juga lupa bahwa di akhirat ada pembalasan di neraka selain syurga yang kita inginkan sebagai tempat kediaman selamanya , abadi....dan terakhir. Oh....dunia, kenapa kau begitu mempesona dan memabukkan ?
                Kita boleh mencintai apapun dan siapapun , tetapi kita tidak boleh bahwa ada Sang pemberi cinta, Sang Pencipta, tempat kembali segala makhluk. sebagimana Rosululloh pernah mendapat peringatan dari Malaikat Jibril : 
" Ya Muhammad, 'isy ma syi'ta fainnaka mayyitun, wahbub man syi'ta fainnaka mufarriquhu  wa 'mal ma syi'ta fainnaka muzziun bihi ."
Artinya :
" Ya Muhammad, hiduplah semaumu tapi jangan lupa bahwa kamu mayit, cintailah orang yang kau mau tapi sesungguhnya kamu akan dipisahkan denganya, berbuatlal semaumu maka kau  dibalas dengan perbuatan itu."
Maksudnya kita bebas hidup sesenaknya tapi jangan lupa bahwa kita akan mati , tidak  hidup selamanya jadi mestinya kita persiapkan kematian itu, kita juga boleh mencintai siapapun kekasih kita tapi ingat bahwa suatu saat kita kan terpisahkan juga, jadi jangan sampai cinta kita padanya menjadi bumerang pemicu kehancuran kita, naudzubillah. Kita juga boleh berbuat semaunya di dunia ini tetapi jangan lupa kita akan dibalas dari perbuatan kita , baik di dunia maupun di akhirat.
                   Akhirnya kita hanya bisa saling mendoakan semoga kita bukan termasuk orang-orang memiliki cinta berlebihan sampai melupakan bagaimana dan kepada siapa kita akan mempertanggung jawabkan cinta kita apabila tiba waktunya. Amin, wallohu a'lam
·        Penulis adalah Dosen  Fakultas Dakwah dan Da’i, sejak remaja  : Tuti Munfaridah
·        Aktifis LSM dan organisasi sosial keagmaan ( Islam )
·        Hoby : mahabah  ilahiyah, dan belajar

Minggu, 05 Januari 2014

PERASAANKU

            Sudah hampir satu minggu hatiku sakit karena sms gelap yg dikirim oleh seseorang tanpa mau diketahu identitasnya. Sms yang menuduhku tidak amanah. 
           Aku merasa sakit hati karena pengirimnya tdk mau ku ajak bertemu langsung untuk klarifikasi. Padahal apa yang ditulis bisa kujelaskan dengan baik2. Aku sendiri menduga2 siapa pengirimnya. Fatalnya aku sampai menduga sms tersebut dikirim oleh suamiku agar aku lebih hati2 memegang amanah. Tapi aku sakit hati karena sms gelap lebih menyakitkan daripada bicara baik2. Aku yang telah berjuang sejak masih remaja menjadi sakit hati hanya karena sms gelap.
            Lebih fatal lagi aku sakit hati pada suamiku sendiri. Menurutku sebagai orang terdekat yg berstatus suami mestinya, bicara baik2 jangan sms gelap yg menyakitkan meskipun tujuannya baik. Hal ini aku simpulkan karena kata2 dlm sms tsb seolah tahu semuanya tentangku. Jadi saya berpikir hanya suamikulah yg tahu semuanya tentang diriku. Disamping itu suamiku juga pernah sms gelap sewaktu mengingatkanku untuk menjauhi orang yg mencintaiku. Memang penyesalan terbesar dan mungkin sumber terbesar dosa2ku adalah dosa pada suami, karena karakternya sangat jauh bertentangan dengan yang kuharapkan. Dia egois, sadis, temperamental dan cenderung menyakiti anak istrinya daripada membahagiakannya. Padahal ketika masih gadis aku berharap punya suami yg romantis, penyayang anak istri, penyabar, pengertian dan baik.
            Terkadang aku berpikir apakah hanya aku yg bernasib seperti ini ? Sering aku merasa sangat berat dan tidak kuat menanggung perasaan ini. Tetapi aku hanya bisa pasrah menunggu waktu, entah sampai kapan aku bisa bertahan. Saat ini sudah 18 th pernikahanku yg tanpa cinta, dijodohkan dg karakter suami yg jauh dari harapan. Aku sendiri tak mengerti apa penyebabnya. Seperti saat ini sungguh sesak dan berat.
             Aku tdk menggugat cerai karena Islam mengajarkan cerai adalah perbuatan yg sangat dimurkai Alloh, aku tak mau kena murkanya tetapi bila seperti ini terus apa aku juga tidak dicatat sebagai pendosa karena tidak pernah menerima sikap dan perbuatannya ? Bahkan aku sering menceritakan perilaku buruk suamiku pada orang lain, yg sama sekali dilarang dalam Islam. Seperti saat ini aku tak mau sharring pada orang lain tapi aku tak kuat maka kutulis di blogger ini.
             Aku sering berpikir ,betapa senangnya jadi orang awam yg bebas nikah-cerai ganti pasangan hidup yg diidamkan, tidak seperti diriku yang harus memepertimbangan status ku sebagai Dosen dan Da'i serta ajaran Agama.
            Pertimbangan lain tak menggugat cerai juga karena dalam Islam talak jatuh pada suami, terkadang aku berpikir andai aku seorang laki2 sudah dari dulu kuceraikan pasangan hidupku. Disamping aku jg berpikir mungkin ini jodohku, sebagi ujian iman dan taqwaku, memiliki suami yg tidak bertanggung jawab, lemah tapi berkarakter buruk. 
            Memang kalau dilihat dari keturunannya/ nasabnya katanya sangat baik ( min ba'dil auliailah : kakeknya ), bahkan aku sendiri pernah mimpi, kalau ketrunan kakek suamiku yang menjadi waliyulloh adalah suamiku. Benarkah ? Mengapa seberat ini ? Apakah tidak membawa celaka bagiku di akhirat kelak karena menceritakan perilaku buruk suami ? Tapi aku adalah perempuan biasa yang merindukan kasih sayang, perhatian , pengertian, perlindungan dan tanggung jwb seorang suami, yang rindu melihat anak2ku bercumbu mesra penuh kasih dengan ayahnya, karena yg terjadi selama ini sangat bertentangan. 
              Dari awal menikah samapai saat ini suamiku tidak bekerja, tak peduli anak2 dan istrinya makan atau tidak, bahkan yang sangat mengenaskan suamiku " main tangan" pada anak2nya sejak anakku masih berusia 9 bulan, menurutku ini adalah perilaku sadis dan kejam. Untungnya aku adalah perempuan mandiri dan berpendidikan, serta beragama, sehingga sabar sampai saat ini.
            Disamping menduga suami yg sms gelap padaku , aku juga mencurigai beberapa orang, tetangga/ temanku. Yang jelas sms tsb telah membuat aku sakit hati, menderita dan gelisah berhari2, bahkan ingin berpisah dengan suami bila sms tsb dari suamiku. 
             Tetapi sebagai perempuan Muslim dan beriman, aku kembali pada kesabaran dan mengambil hikmahnya. Barangkali sms ini akan membawaku menjadi perempuan yg lebih tangguh dan mensucikan diri, menuju ridho Ilahi, menjaga amanah, meski sakit dan berat. Amin. Wallohu a'lam

Selasa, 31 Desember 2013

Menyambut Tahun Baru

          Tahun baru merupakan moment  yang sangat spesial bagi seluruh umat manusia. Tidak jelas kapan dimulainya peringatan pergantian tahun, yang jelas saat ini hampir di seluruh belahan bumi ini selalu memperingati tahun baru dengan berbagai hal yang serba gemerlap dan menyenangakan.
             Mulai dari sekedar makan bersama, menyalakan atau melihat pesta kembang api sampai pada pesta hiburan yang mengasyikan. Awal pergantian tahun yang seharusnya menjadi malam instrospeksi  tentang berbagai perilaku, kata dan perbuatan kita di masa lalu dan merancang planing masa depan yang lebih baik, menjadi ajang hura-hura dan foya-foya.
           Di Indonesia sudah beberapa tahun ' membeo ' saja perilaku bangsa barat yang hedonis dan materialis . Meski sebenarnya sangat bertentangan dengan karakter bangsa yang nota bene mayoritas Muslim. Mesinya kiblat Bangsa ini adalah Bangsa Timur yang merupakan sumber utama Islam diturunkan.
              Awalnya hanya ikut2an pesta 'kembang api' dan Tipu terompet. Tetapi akhir2 ini menjadi sebuah kebiasaan yang menyimpang jauh dari ajaran Islam dan 'adat pribumi ketimuran'. Peringatan tahun baru menjadi ajang 'menghalalkan' segala aktifitas, termasuk aktifitas buruk yang bertentangan dengan ajaran Islam.
               Ramai-ramai berpasang2an dari yang masih 'bau kencur, ABG sampai pasangan dewasa ' yang bukan seharusnya. Etika, moral dan agama telah dilupakan. Hanya terlena oleh kesenangan sesaat yang menjerumuskan. Mengapa ? Sampai kapan ? 
                 Dalam Islam sendiri tidak dilarang untuk berbahagia bahkan diperintahkan, bahagia untuk bersyukur . Sehingga kita diajarkan, tentang  beberapa hal yang kita lakukan untuk menyambut tahun baru tahun baru antara lain ;
1. Muhasabah  ( menghitung perilaku/ dosa yang telah lalu/ instrospeksi diri  )
2. Istighfar  , memohon ampun akan dosa-dosa yang telah lalu
3. Taubat , yaitu berniat dan berusaha sungguh2 untuk tidak akan mengulangi perilaku buruk/ perbuatan dosa
4. Syukur, mengungkapkan rasa terimakasih karena telah dikarunia umur panjang dan berbagai nikmat dalam
    umur tersebut
5. Beramal sholih, bentuk syukur kita wujudkan pada tindakan nyata untuk lebih giat berbuat baik/ beramal 
    soleh, baik yang berhubungan dengan kewajiban individu maupun yang berbentuk kepedulian sosial ke
    masyarakatan.
          Saat ini akhlaq Bangsa makin terpuruk, materialisme and hedonysme  makin kuat menjadi life style. Keprihatinan akan masa depan generasi mendatang, anak-cucu kita, Bangsa kita. Mari kita coba merenung nasehat Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad :
" Ya Muhammad , 'isy ma syi ta fa innaka mayyitun "
 " wahbub man syi'ta fainnaka mufariquhu "
 " wa'mal ma syi'ta fainnaka mujziunbihi "
Artinya :
 " Ya, Muhammad hiduplah sekehendakmu sesungguhnya engkau akan mati "
  " dan cintailah siapapun maka sesungguhnya engkau akan terpsah denganya"
  " Berbuatlah sekehakmu maka sesungguhnya engkau akan dibalas."
            Maksud dari nasehat  tersebut adalah supaya dalam hidup ini kita bisa memenej perilaku kita karena akan dibalas dan berpisah dengan yang kita cintai, dan sepanjang apapun umur yang kita inginkan toh tetap saja kematian sudah ditentukan dan sudah pasti datang.
           Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin. Wallohu 'a'lam
    

Selasa, 19 November 2013

KHOLIQ TIDAK MENYATU PADA MAKHLUK

             Mungkin paparan saya akan banyak menimbulkan bantahan dari kaum Sufi, tapi inilah yang ku yakini saat ini. Awalnya saya  bertanya dalam hati dan pikiran, saat ku dengar ada " Wahdatul wujud, Ittihad , manunggaling kawulo gusti " yang dijelaskan sebagai penyatuan antara hamba dengan Alloh SWT, atau manusia dan Alloh SWT. Bahkan sampai saat pun saya masih suka bertanya dalam hati dan pikiran tentang hal ini, meskipun kejadian tahun 2006 membawa saya pada pemikiran tentang " tak mungkin makhluk bersatu dengan Alloh SWT ". Tapi pengalaman dan pemikiran saya perlu saya bagi pada pembaca, dan silahkan di bantah atau ditentang tidak masalah.
               Pada bulan maret 2006 saya menjadi salah satu delegasi Muslimat NU Kabupaten Cilacap untuk mengikuti Pelatihan Shalat Khusuk di Hotel Grasia Semarang dengan  Pembimbing Ustadz Abu Sangkan. Betapa nikmatnya saat itu,  saya bisa khusuk 4 reka'at penuh pada waktu shalat Dhuhur. Kemudian rasa indah sillah ilalloh terus menerus tak henti, apapun kegiatan saya, bahkan sedang berbicara, mendengar, komunikasi dan bekerja di dalam hatiku tetap '' bersenandung asma Alloh yang begitu syahdu, mendayu dan membahagiakan".
              Pada waktu itu yang ada di lubuk hatiku hanya " mahabbah ilalloh " . Saya menjadi sangat penyabar, penyayang, pemaatf dan baik hati, sampai ada orang mengumpat suamikupun aku malah merasa kasihan pada nya dan memohonkan hidayah untuknya. Anak2 yang biasanya pembangakang menjadi penurut hanya dengan ' isyarat mata ' dariku bila aku menghendaki sesuatu pada mereka. Aku juga memaklumi pemabok dan pekerja seks serta merasa mereka adalah bagian dari manusia yang ikut mewarnai keragaman kehidupan dunia. Bahkan aku bisa tahu, bahwa pada hari minggu jam 9 pagi mertua laki2ku akan datang ke rumah dan belum sarapan pagi padahal, rumahnya di luar kota dan menyeberangi segara anakan Subhanalloh  anugerah yang tak ternilai harganya. 
                Sampai suatu saat ketika aku sedang mendengarkan kuliah PROF.Sarbiran dosen pasca sarjana UIN SUKA, aku berbisik dalam hati yang saat itu sedang asyik masuk mahabbah ilallhoh juga " Ya, Alloh, andai Engkau berwujud seorang manusia/ kekasih ingin aku bermanja dipelukMu, merebahkan tubuhku, bersandar dalam pelukanMu." begitu bisik hatiku sambil tetap fokus pada materi kuliah Prof.Sarbiran dan kata 2 teman sebelahku yang ngajak ngobrol.
                 Malam harinya pukul 02.30 malam aku bangun untuk Qiyamul lail , betapa terkejut nya aku ketika tiba2 ada seorang laki2 yang memelukku dalam gerakan yang amt singkat di depan pintu keluar kamar, reflek kutepis dan diapun menjauh. Ternyata teman kuliahku, yang paling keren yang menjadi idola teman2 di kelas. Saat itu juga dia minta maaf dan ku maafkan. Tapi pada saat itu pula aku berpikir bahwa kejadian tersebut adalah jawaban bisikan hatiku tadi pagi yang merindukan kekasih sejati, Alloh SWT dan ingin bermanja dalam pelukanNya. Tapi dengan kejadian tersebut aku tidak menikmati atau tertarik melainkan aku menganalisa kejadian tersebut. Kalau kejadian itu adalah jawaban dari bisikaku, maka kusimpulkan bahwa "tidak benar paham wahdatul wujud, ittihad, manunggale kawulo gusti atau penyatuan manusia dengan Alloh SWT .'" sepeerti yang diyakini para Sufi/ pengikut Tasawuf. Karena dari kejadian tadi apabila dianalisa dari syariat Islam tidak sesuai atau bertentangan dengan ajaran Islam " haram berpelukan bukan muhrim dengan lawan jenis " Berarti hal tsb tidak benar, apalagi makhluk tidak mungkin menyatu dengan Kholik " yang sudah jelas sangat jauh perbedaan Dzat, sifat dan kedudukanNya dengan hamba/ manusia, Maka bagi saya paham bersatunnya Sufi dengan Alloh tidak benar. Wallohu A'lam. Saya sendiri masih sangat awam dan bodoh, tak tahu apapun tentang tasawuf dan Sufi dan masih terus belajar dan mencarai, entah akan berakhir seperti apa.

Selasa, 12 November 2013

HARI INI

         Hari ini aku sangat kecewa pada teman karibku yang tak bisa memandang / memilih mana yang tulus dan mana yang suka mengadu domba. Aku hanya diam, mengalah, karena tak berbakat untuk mengadu. Kupikir, biarlah waktu yang kan membuktikan kebenaran ini.
            Disisi lain aku juga tak ingin terbelenggu dengan urusan duniawi. Biarlah dunia ini diurus orang lain. Aku cukup mengurus diri sendiri dan keluargaku. 
          Aku amat ingin dekat dan selalu bercumbu dengan Alloh SWT. Tetapi tiap kali aku menginginkannya justru aku terjebak dalam keburukan, malas ibadah / sholat. Maka aku akan mengalir mengikuti arus saja. 
           Arus kali ini sedang membawa aku pada tingkat paling rendah " sebagai pejabat akademik " Sementara aku sangat terbebani dengan jabatan ini, malah temen2ku menganggap jabatan ini begitu berharga dan tinggi.
             Anehnya disaat aku memutuskan untuk pasrah mengikuti arus duniawi ini, malah aku kembali dipercaya untuk berperan di dunia religi. Beberapa hari lalu, aku diminta untuk mengisi " materi Risalatul Mahidh " pada DIKLAT yang diselenggarakan oleh IIPNU Kabupaten Cilacap.
           Kupikir aku sudah demikian naif sehingga tak layak menyampaikan Islam secara mendalam. Tentu saja naif menurut kaca mata saya. Berbeda dengan pandangan masyarakat yang masih meminta aku menyampaikan materi ajran Islam.
           Entah sampai kapan aku terbelenggu pada 2 hal : " meninggalkan dunia hidup zuhud menempuh jalan sufi atau tetap berperan aktif di masyarakat ". Bagiku semua tak berarti karena hanya 1 yang paling indah dan berharga yaitu Alloh SWT.
          Kujalani apa yang sedang ku alami....entah akan berakhir seperti apa, yang jelas aku hanya berdoa " memohon keselamatan , kebahagiaan dan kemuliaan fiddin wa dunya wal akhirat bagiku  dan keluargaku serta keturunan kami. Amin "

Sabtu, 02 November 2013

PERTANDA APA INI ?

             Beberapa hari lalu aku berpikir " kalau aku meninggalkan " dunia " hanya mencari akhirat, bagaimana dan dari mana biaya hidup dan kehidupan anak2ku ?' Maka aku bergumam kepeda Alloh " ya Alloh bagaiman Engkau memberirizki kepadaku, bila aku tak berihtiar/ bekerja ?" Aku tahu tanpa kerja Kau akan senantiasa memberiku rizki, sebgaimana yang  terjadi selema ini. Tetapi setelah aku bekerja menjadi Pejabat Akademik di Fakultas Dakwah IAIIG , rasa tawakalku berkurang jauh, aku jadi sering berharap gaji bulanan meski tak seberapa bagiku. Lalu ketika iseng ku buka twitter Ustadz Yusuf Mansyur share tentang asmaul Husna ijazah bundanya yang terkait dengan rizky. Maka aku bergumam kepada Alloh " Ya Fatahu, ya Rozak " 
                    Entah ini suatu kebetulan atau sungguh2 ketika ku buka facebook tiba2 ada inbox dari Mattew Senna tentara Amerika yang bertugas di Afganistan, menawarkan uang 2 juta dolar amerika untukku. Aku bingung bukan main, takut dan tak percaya. Dan aku sangat percaya kalau dia tidak berbohong, tetapi aku bingung, bila kuterima akan menimbulkan banyak masalah. Karena dia selalu berkata " love "
                 Aku kewatir tawarannya hanya untuk mendapatkan cinta ku. Aku sudah berterusterang bahwa aku punya suami, 3 anak laki2 dan seorang anak perempuan. Karena tak ingin dia berharap aku mau jadi istrinya. 
              Anehnya dia tak peduli dan mengatakan hanya akan investasi di negaraku dan minta alamat lengkapku. Tapi aku masih minta waktu untuk berpikir, bermusyawarah dengan suami dan keluarga besar ku serta sholat istiharoh.
                   Saat ini aku hanya berpikir, senin tanggal 4 november 2013 ( 3 hari lagi ) aku akan menjawab dengan keputusan hasil musyawarah dengan keluaraga. Bila hasilnya benar2 aku terima tawaran Mattew, masih ada beberapa tanda tanya dalam benakku " apakah tidak akan menimbulkan masalah di belakang hari ? Baik bagi kehidupan rumah tangga, agama maupun negara ? Karena agama, negara dan profesi serta kepribadian kami jauh berbeda . 
                   Ya Alloh Pertanda apa ini ? Cobaan ? Karunia rizky ? Kerusakan negara/ agama ? Atau apa ? Tolong beri petunjukMu yang jelas , " aku terima atau ku tolak uang tersebut ? " Apakah dia tulus investasi/ hanya ingin menyimpankan uang atau ada tendensi lain ? 
Hasbunalloh wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'mannashir.......wallohu 'a'lam....

Senin, 28 Oktober 2013

BIMBANG

                Sejak kanak2 aku sering merasa bimbang. Bimbang karena harus memilih 2 hal, dan  aku tak bisa memilih salah satunya karena sama2 penting dan berat. Maka sejak kanak2 aku menjadi pribadi yang sangat sering tersiksa dan banyak menahan rasa. 
               Seperti saat ini aku sedang bimbang antara 2 pilihan ( memilih terus menekuni tugas sebagai salah satu orang yang menduduki jabatan struktural di Fakultas Dakwah IAIIG Cialcap, atau mengundurkan diri. Aku ingin mengundurkan diri karena aku sangat bosan dan jenuh dengan pekerjaan rutinitas yang tidak signifikan untukpengembangan diri. Yang lebih penting lagi adalah karena aku merasa menyesal " Kehilangan semua yang telah kudapatkan sebelum menduduki jabatan akademik ini. Kehilangan " mahabbah ilahiyah, ma'rifatulloh , musyahadah dan sillah ilalloh bidzauq ".
              Secara materi aku juga sangat rugi karena waktuku habis di kampus dengan imbalan yang UMR . Padahal bila tak di kampus banyak waktu untuk " ngaji ".Apalagi bila dari segi religius sungguh sangat rugi ! 
              Hari ini adalah puncak kebimbangan yang amat sangat. Apalagi bila harus mengajukan kenaikan pangkat akademik aku harus menempuh kuliah lagi ( S3 ). Aku masih sangat siap untuk kuliah lagi. Tetapi aku teringat dulu waktu kuliah S2 saja saya merasa jenuh dan tak sesuai ilmu yang kuharapkan. 
                Sebenarnya aku hanya ingin " uzlah ", menyendiri, tak perlu menjadi tokoh/ pejabat, hanya ingin selalu " bercumbu dengan Alloh swt ". Tapi bila aku mengundurkan diri rasanya tidak bijak dan naif, karena melepas tanggung jawab. Maka mulai hari ini akau akan mengalir seperti air, mengikuti arah arus, tetapi aku tetap ingin secepatnya " meniggalkan dunia " meraih hasrat " sillah ialloh bidzauq fi zamanii ."
                 Aku berharap secepatnya bisa menentukan skap untuk " bebas " meraih hasratku ", melepas semua penghalang dari hati dan pikiran, baik yang berupa pekerjaan atau lainnya. Aku ingin kembali pada kenikmatan hakiki, 'Alloh SWT ' dan melepas ' ma siwalloh ' ( pekerjaan/ kedudukan duniawi ). Waktuku akan kubagi untuk Agama dan keluarga saja. Aku tak cocok mengurus "dunia " karena hatiku tersiksa dan hanya condong pada agama dan riyadhoh.