Aku tidak tahu, untuk apa tulisan ini . Aku hanya ingin menulis beberapa hal yang begitu berat dalam hidupku, tapi terus Ku jalani . Ketika genap 20 tahun menikah, Aku baru sadar kalau pilihanKu salah. Aku salah memilih Suami. Karena saat itu Aku tahu "Siapa suamiku" Dia temoeramental, egois, toxic dan sangat dholim.
MeremehkanKu, memusuhiku, merendahkanku, dan menyakiti anak2 Kami setiap kecewa dengan kata2 sadis, pukulan, bahkan menggosok mata anak2 ku dengan cabai, serta memarut jari anak2ku hanya karena anak2 ku yg masih kelas 3 & 5 SD bermain PS. Dia juga sangat jelalatan matanya liar memandangi perempuan lain, sedang terhadapku cuek saja, bahkan sering berexpresi seolah Aku iji wanita jelek rupa, oadahal semua Orang bilang Aku cantik
Sebenarnya sifat2 buruknya sudah ku ketahui sejak awal menikah, tapi Aku mengabaikannya, menerima semuanya dengan ikhlas dan rudhlo, karena sifat baikku, sehingga selalu memaafkan dan memandang semua itu sebagai hal biasa.
Namun ketika usia ke 20 pernikahan Ku ada kejadian yg sangat mengejutkan, yang membuat Aku tersadar betapa jahatnya Suamiku, sehingga Aku ingin bercerai. Tiga tahun kemudian Putra ke 3 Ku meninggal karena tabrak lari. Lalu kusadarkan Suamiku , bahwa kematiannya adalah karma/ azab bagi Suamiku yang sangat sadis suka menyakiti anak2, sehingga Alloh SWT mengambil Anak ke 3 Ku yg oaling patuh, Sholih dan birrul walidain.
Anehnya, karakter Suamiku tidak berubah....
Lalu di tahun ke 30 perikahan Kami, Suamiku kembali membuat ku kecewa dengan perilaku yang sangat menyakitkan, hingga Aku sangar ingin bercerai dan merasa sangat berat hidup bersamanya. Tapi suamiku tetap mempertahankan rumah tangga Kami, seperti biasa nya setiap Aku meminta cerai.
Tapi di malam nisfu Sya'ban ba'da shokat tasbih di Masjid tiba2 Suamiku meminta cerai ketija sedang membicarakan perilakunya yang sangat perhatian dan baik pada Orang lain, tiba2 Dia tersinggung dan akan bercerai. Seketika itu juga Aku "iyakan ", tetapi suamiku langsung mencium telapak tangan Ku dan bilang " rujuk"
Baru 2 bulan peristiwa tersebut berlalu, tiba2 di Bulan Syawal ini Dia kembali menyakiti dan mempermalukan Ku. Kali ini Aku hanya diam dan menangus sendirian, seperti tahun2 sebelumnya...Aku pasrah pada taqdir dan waktu....
Ternyata memang Suamiku adalah Orang Toxic dan Dholim sejak awal hingga kini, tetapi Aku tidak menyadarinya ,karena ketulusan dan keluguanku.....